Bentrokan Dua Kelompok Pecah di Banyudono Boyolali, Satu Orang Terluka dan Kaca Indomaret Pecah
Ryantono Puji Santoso June 01, 2026 07:16 AM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Bentrokan antara dua kelompok pecah di Jalan Solo-Semarang, tepatnya di kawasan Ngangkruk hingga Pertigaan Bangak, Kabupaten Boyolali, pada Minggu (31/5/2026) sore.

Keributan yang terjadi dalam dua gelombang tersebut mengakibatkan satu orang terluka, kaca gerai Indomaret pecah, serta satu unit sepeda motor pelanggan mengalami kerusakan.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 17.20 WIB di depan Indomaret Ngangkruk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, dua kelompok terlibat bentrokan fisik selama kurang lebih 10 menit.

Situasi yang mendadak ricuh membuat sejumlah warga dan pengunjung panik.

Saat bentrokan berlangsung, beberapa orang yang berada di sekitar lokasi bahkan berusaha masuk ke dalam gerai Indomaret untuk mencari perlindungan dari lemparan benda dan aksi saling serang antarkelompok.

Akibat bentrokan pertama tersebut, kaca bagian depan gerai Indomaret pecah.

Selain itu, halaman toko dipenuhi ceceran batu dan potongan kayu yang diduga digunakan sebagai alat penyerangan.

Salah seorang warga, Agus Tri, mengatakan dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Banyudono untuk mendapatkan perawatan medis.

"Situasi sempat mereda, namun sekitar pukul 17.49 WIB massa bergeser menuju kawasan Pertigaan Bangak. Di lokasi tersebut, kedua kelompok kembali terlibat ketegangan dan saling berhadapan," ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Kelompok Datang dari Arah Barat

Ia menjelaskan bahwa salah satu kelompok datang dari arah barat.

Setelah sempat bersitegang, rombongan tersebut kembali bergerak menuju arah barat sehingga situasi untuk sementara waktu kembali terkendali.

Namun, ketegangan belum berakhir.

"Sekitar pukul 18.00 WIB, bentrokan kembali pecah di lokasi awal, yakni di depan Indomaret Ngangkruk. Keributan susulan itu membuat suasana semakin mencekam dan memaksa pihak toko mengambil langkah pengamanan," terangnya.

Untuk menghindari risiko yang lebih besar, pegawai toko segera menutup pintu rolling door saat massa kembali berkumpul dan bentrokan terjadi.

Sementara itu, salah seorang pegawai Indomaret yang bertugas saat kejadian mengaku sempat panik melihat situasi di luar toko.

Baca juga: Insiden Bentrok di Keraton Solo, Cucu Pakubuwono XIII Disebut Berdamai dengan Korban Pengeroyokan

"Pas rame-ramenya di luar, kita langsung tutup rolling door. Ada dua pelanggan yang masih di dalam jadi kejebak. Kita juga nggak berani buka dulu sampai situasi agak reda," ujarnya.

Akibat bentrokan susulan tersebut, dua pelanggan terpaksa bertahan di dalam toko hingga kondisi dinyatakan aman.

Selain itu, satu unit sepeda motor milik pelanggan yang terparkir di halaman gerai juga mengalami kerusakan akibat amukan massa.

Petugas kepolisian yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah bentrokan meluas.

Sejumlah personel disiagakan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan keributan lanjutan.

Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan pendataan terhadap kerusakan dan korban yang timbul akibat insiden tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.