Target Harga Mati Tarung Derajat Bali Eksibisi SEA Games Malaysia Hingga Sapu Bersih 5 Emas PON 2028
Putu Dewi Adi Damayanthi June 01, 2026 08:39 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat) membidik target besar untuk membawa olahraga bela diri asli Indonesia ini menembus panggung internasional melalui eksibisi SEA Games 2027 di Malaysia.

Bersamaan dengan ambisi global tersebut, skuad Tarung Derajat Bali juga langsung ditantang untuk merebut kembali kejayaan dengan target minimal lima medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di NTB-NTT.

Rencana strategis dan target besar tersebut mengemuka dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Provinsi (Pengprov) Kodrat Bali masa bakti 2025-2029 yang digelar di Gedung Sewaka Dharma, Kota Denpasar, pada Minggu, 31 Mei 2026.

Ketua Umum PB Kodrat, Bambang Soesatyo, menegaskan bahwa selain menjaga prestasi domestik, tantangan terbesar saat ini adalah merealisasikan ambisi internasional yang selama ini tertunda.

Baca juga: Ala Ayuning Dewasa Selasa 26 Mei 2026 Sesuai Kalender Bali, Anggara Pon Warigadean

Ia meminta jajaran pelatih pusat dan daerah segera bergerak melakukan diplomasi olahraga demi meloloskan Tarung Derajat di panggung Asia Tenggara.

"Kita masih memiliki ambisi yang sampai hari ini belum bisa kita wujudkan, tapi akan kita usahakan untuk ikut eksibisi SEA Games 2027 di Malaysia," kata Bamsoet saat memberikan sambutan.

"Saya harapkan nanti kepada Gung Cok dan Sang Guru Badai untuk mulai menjajaki peluang. Kalau tidak ada hambatan-hambatan, kombinasikan dengan kami di Jakarta, kami komunikasi dengan Menpora," sambungnya.

Bamsoet juga memberikan catatan khusus bagi tim Bali, setelah berhasil mendulang empat emas pada PON Papua namun menurun menjadi tiga emas pada PON XXI di Aceh-Sumut.

Bamsoet secara terbuka menantang para petarung Pulau Dewata untuk melonjakkan prestasi di bumi Nusa Tenggara.

"Jujur, saya bangga sekali mendengar berbagai prestasi yang tadi disampaikan Sekretaris KONI. Bahwa Tarung Derajat Bali sudah mencetak prestasi yang luar biasa," tuturnya.

"Kalau kemarin di PON Papua dapat empat emas, kemudian turun di Aceh jadi tiga emas, maka saya tantang Saudara-saudara untuk dapat lima emas di NTB nanti," tegas dia.

Bamsoet memberikan kepastian mengenai kesiapan infrastruktur PON 2028 di wilayah NTB dan NTT. 

Ia memastikan Jakarta siap menjadi penopang utama jika ada kendala fasilitas di lokasi pertandingan, berkat koordinasi matang di tingkat pusat.

Di sisi lain, Bamsoet mengingatkan agar penguatan fisik dan teknik bertarung para atlet tetap berjalan selaras dengan bekal moral.

Mengingat situasi ekonomi global dan domestik yang dinamis, ia menekankan pentingnya filosofi bertahan dan membela masyarakat, terutama di tengah maraknya fenomena sosial seperti jeratan pinjaman online (pinjol).

"Bela diri yang diciptakan oleh Sang Guru Badai bukan untuk menyerang, tapi untuk bertahan. Membela harkat, martabat, harta benda kita. Membela rakyat atau masyarakat yang tertindas," jelasnya.

Menurutnya, Kodrat harus berperan menghadapi berbagai macam situasi sosial yang harus diantisipasi, misalnya akibat pengaruh situasi global dan berbagai kondisi ekonomi rakyat.

Menjawab tantangan besar tersebut, Ketua Umum Pengprov Kodrat Bali I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, mengakui bahwa persaingan Tarung Derajat di tingkat nasional kini semakin ketat karena kekuatan yang mulai merata di berbagai daerah.

Dinamika inilah yang membuat jajarannya bergerak lebih masif hingga ke tingkat bawah, yang berkonsep pada penjaringan atlet dari akar rumput.

"Tantangan besar untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi menuju PON XXII tahun 2028 ini memerlukan pembinaan yang sistematis dengan modal antusiasme tinggi dari masyarakat Bali terhadap seni bela diri asli Indonesia, khususnya cabang olahraga Tarung Derajat," ujar dia.

Pihaknya mengajak untuk bersama-sama membangun fondasi yang kokoh untuk melahirkan atlet-atlet Kodrat Bali yang solid dan tangguh, sehingga tradisi emas Kodrat Bali yang telah terbukti dengan meraih 3 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu pada PON XXI di Aceh-Sumut dapat kembali dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

"Dan Kodrat Bali akan kembali menjadi andalan kebanggaan kontingen Bali pada PON XXII tahun 2028 di NTT-NTB," kata pria yang akrab disapa Turah Joko tersebut.

Ia juga mengklarifikasi bahwa keterlambatan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Kodrat Bali semata-mata dipicu oleh padatnya agenda pengurus yang turun langsung melatih ke desa-desa demi mencari bibit-bibit unggul baru dari kejuaraan pelajar.

"Bahwa tradisi emas ini jangan sampai hilang. Dulu di Irian, kami mendapat 4 emas. Di Aceh, turun lagi satu menjadi 3 emas karena persaingan sekarang Tarung Derajat di Indonesia sudah cukup merata," bebernya.

"Setiap pelantikan di Kabupaten/Kota, saya tekankan supaya mengajak kepala desa atau kaling (kepala lingkungan) yang merupakan grassroot daripada anak-anak didik kita untuk melahirkan petarung-petarung yang baru," imbuh dia.

"Karena tradisi emas yang kita dapatkan selama ini, seluruhnya muncul dari Porsenijar. Dari Porsenijar terus kita bina, nah sehingga dia bisa masuk pra-PON dan menghasilkan medali emas untuk Provinsi Bali melalui PON di setiap event yang diadakan oleh pemerintah pusat," jabar Turah Joko.

Melalui momentum pengukuhan yang bertepatan dengan hari suci Purnama ini, Turah Joko langsung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk tancap gas menghadapi kalender kejuaraan yang padat.

"Melalui momentum pelantikan ini, saya ingin mengajak kepada seluruh jajaran pengurus Kodrat Bali yang baru dikukuhkan untuk langsung bekerja. Kita buktikan bahwa Kodrat Bali tidak hanya kuat secara tradisi, tetapi juga matang secara organisasi dan pembinaan prestasi," jelasnya.

Sesuai dengan filosofi Kodrat Ramah bukan berarti takut, tunduk bukan berarti takluk. Kepengurusan ini adalah wadah kolaborasi.

Reputasi mentereng Tarung Derajat Bali juga diakui oleh Tim Ahli Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bali, Dr. R. Ardy Ganggas.

Berdasarkan analisis litbang olahraga, Tarung Derajat konsisten menjadi salah satu pilar utama yang mendongkrak posisi Bali di peringkat 10 besar nasional pada lima edisi PON terakhir, sebuah catatan luar biasa bagi provinsi dengan jumlah populasi yang relatif kecil.

"Benar tadi yang disampaikan oleh Turah Joko bahwa di dua PON terakhir ini berada di level paling atas dan menambah pundi-pundi medali emas, sehingga posisi Provinsi Bali berada di ranking 5 dan berada di ranking 7 kemarin," ucap dia.

"Dan satu lagi yang fenomena, bahwa selama ada kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Nasional, tarung derajat berada di posisi paling tinggi," sambungnya.

Ardy memaparkan bagaimana efektivitas pembinaan olahraga di Bali mampu mematahkan dominasi provinsi-provinsi besar di Indonesia yang memiliki basis jumlah penduduk jauh lebih padat.

"Saya memberikan masukan kepada pengurus agar bagaimana caranya dengan jumlah penduduk 4 juta jiwa kita bisa berada bersaing bersama penduduk yang 40 juta jiwa," tabdasnya.

Lebih lanjut, Ardy juga mengapresiasi kontribusi nyata para pelatih dan kader Tarung Derajat Bali yang kini ikut dipercaya memperluas kepakan sayap olahraga ini ke luar negeri, yang sekaligus memperkuat peluang menuju eksibisi SEA Games.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan Pengurus Kodrat Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau yang akrab disapa Gung Cok, menyampaikan laporan formal pelaksanaan kegiatan.

Ia menekankan bahwa solidaritas penuh internal organisasi menjadi modal mutlak demi mengamankan target emas yang dibebankan kepada pengurus periode baru ini.

Pelaksanaan kegiatan pelantikan dan pengukuhan pengurus Provinsi Kodrat Bali masa bakti 2025-2029 ini mengusung tema 'Menguatkan Solidaritas, Membangun Prestasi Tarung Derajat Bali Menuju Prestasi Emas 2025-2029'.

"Tema ini mengandung makna bahwa solidaritas, organisasi, persaudaraan, disiplin, dan semangat juang seluruh keluarga besar Tarung Derajat Bali menjadi fondasi utama dalam mencetak prestasi olahraga yang membanggakan di tingkat daerah, nasional, maupun internasional," kata Gung Cok.

Gung Cok merinci ada tiga poin utama yang menjadi esensi dan kiblat pergerakan organisasi di bawah kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut.

"Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah satu mengukuhkan kepengurusan Pemprov Kodrat Bali masa bakti 2025-2029, dua memperkuat konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet Tarung Derajat di Bali," tuturnya.

"Dan tiga menjadi momentum kebangkitan prestasi olahraga Tarung Derajat Bali menuju pencapaian prestasi emas di berbagai ajang kejuaraan," pungkas Gung Cok. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.