Remaja 13 Tahun Asal Pidie Hilang Terseret Arus di Pantai Lhoknga
Muliadi Gani June 01, 2026 10:53 AM

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 15.55 WIB. Korban diduga hilang dari pengawasan keluarga ketika arus laut mendadak menyeretnya ke tengah.

PROHABA.CO, ACEH BESAR - Seorang remaja bernama Razi Fahreza berusia 13 tahun, warga Desa Dayah Caleu, Kabupaten Pidie, dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi bersama keluarganya di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu (31/5/2026) sore.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 15.55 WIB.

Korban diduga hilang dari pengawasan keluarga ketika arus laut mendadak menyeretnya ke tengah.

Laporan dari pengunjung pantai diterima Basarnas pada pukul 16.30 WIB, dan tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi 15 menit kemudian.

Operasi pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk personel Basarnas Banda Aceh, Pos TNI AL Lhoknga, Polsek Lhoknga, Satgas SAR Banda Aceh, serta masyarakat setempat.

Peralatan yang digunakan cukup lengkap, mulai dari mobil rescue double cabin, perahu karet LCR, hingga perlengkapan komunikasi dan SAR air.

Meski upaya pencarian dilakukan intensif hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa kawasan wisata pantai di Aceh, khususnya Lhoknga, memiliki potensi bahaya arus laut yang kerap tak terduga.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Hilang Terseret Arus di Pantai Suak Ribee Aceh Barat

Baca juga: Diterjang Arus Deras Sungai Cot Kuala di Pidie, Tiga Pendulang Emas Terseret, Satu Masih Hilang

Banyak wisatawan datang untuk menikmati panorama dan berenang, namun sering kali mengabaikan faktor keselamatan.

Minimnya pengawasan dan kurangnya rambu peringatan di beberapa titik rawan arus juga menjadi perhatian serius.

Tragedi yang menimpa Razi menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan edukasi keselamatan wisata pantai.

Kehadiran lifeguard, pemasangan tanda peringatan arus berbahaya, serta sosialisasi kepada pengunjung sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, peran keluarga juga penting dalam menjaga anak-anak ketika beraktivitas di laut.

Pantai memang menawarkan hiburan dan keindahan, tetapi keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.

Hingga kini, tim SAR masih terus melakukan pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.

Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih serius memperhatikan aspek keselamatan wisata bahari di Aceh.

(Serambinews.com/Indra Wijaya)

Baca juga: Aksi Heroik Prajurit TNI AD di Aceh Tengah, Warga Terseret Arus Sungai Berhasil Diselamatkan

Baca juga: Korban Terseret Arus di Krueng Juli Timu Bireuen Ditemukan Meninggal Dunia, Pencarian Berakhir

Baca juga: Warga Tenggelam di Sungai Ujong Padang, Perahu Karam Saat Angkut Sawit

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.