Bos PSIM Yogyakarta Ungkap Kunci Sukses Berkarier di Industri Olahraga
Hari Susmayanti June 01, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, membagikan kiat menjadi profesional di industri olahraga di Indonesia.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam agenda PSIM Goes to Campus di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) pekan lalu.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas tersebut mengangkat tema “Event and Fundraising”.

Program kolaboratif ini bertujuan membekali generasi muda dengan wawasan mengenai manajemen industri olahraga yang profesional.

Yuliana Tasno atau yang akrab disapa Liana menekankan bahwa perkembangan industri olahraga di Indonesia membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki passion, tetapi juga purpose yang jelas.

“Melihat dinamika saat ini, Indonesia membutuhkan lebih banyak profesional yang tidak hanya memiliki passion (keinginan), tetapi juga purpose (tujuan),” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Sembada Open Season III Sukses Digelar, Tim Yogyakarta dan Bandung Sabet Juara Pertama

Menurut Liana, dunia profesional tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Karakter, integritas, serta pola pikir kepemimpinan menjadi faktor penting yang harus dimiliki oleh siapa pun yang ingin berkembang di industri olahraga.

“Kita sungguh memerlukan individu dengan keterampilan dan pendidikan yang kuat, mindset kepemimpinan, serta integritas yang selalu dijunjung tinggi. Karena kemajuan bangsa dibangun oleh orang-orang yang kompeten dan berkarakter,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Liana juga mengulas strategi pengelolaan acara dan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan mitra strategis.

Ia menegaskan bahwa fundraising tidak semata-mata soal mencari dana atau sponsor.

“Bila kita mendalami manajemen sebuah program secara utuh, dalam sebuah acara, fundraising bukan hanya soal mencari sponsor atau dana,” tuturnya.

Menurutnya, perusahaan atau sponsor pada dasarnya mencari nilai lebih dari sekadar eksposur dalam sebuah kegiatan. 

Ada lima aspek utama yang menjadi pertimbangan mereka, yakni kepercayaan (trust), audiens (audience), komunitas (community), kemampuan bercerita (storytelling), dan asosiasi emosional (emotional association).

“Demi menunjang target sasaran, pihak sponsor sebenarnya membeli lima hal utama: trust, audience, community, storytelling, dan emotional association,” ungkap Liana.

Menutup sesi diskusi, Liana berharap para mahasiswa yang hadir dapat terus mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan sebagai profesional yang kompeten dan berintegritas.

“Semoga setelah kita berbagi dan berdiskusi hari ini, kita tidak bosan untuk terus belajar menjadi seseorang yang benar-benar profesional di masa depan. Mari memulai hal itu dari sekarang. Kita tidak hanya bekerja dengan passion, tapi juga purpose,” tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.