Meriah! Tiap OPD Kapuas Hulu Tampilkan Atraksi dan Busana Adat di HUT Kota Putussibau ke-131
Madrosid June 01, 2026 01:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU – Parade Busana Adat Daerah memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Putussibau ke-131 yang digelar di halaman Gedung SATAP Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin 1 Juni 2026.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu serta sejumlah instansi dan organisasi lainnya.

Beragam busana adat dari berbagai daerah ditampilkan para peserta.

Setiap rombongan juga menampilkan atraksi dan tarian khas yang telah dipersiapkan untuk dinilai oleh dewan juri.

Parade berlangsung meriah dan mendapat perhatian masyarakat yang hadir menyaksikan rangkaian perayaan hari jadi Kota Putussibau.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polsek Kalis Bongkar dan Bakar Arena Sabung Ayam di Kapuas Hulu

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Kapolres Kapuas Hulu, Dandim 1206/Putussibau, Ketua DPRD Kapuas Hulu, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengatakan parade busana adat menjadi salah satu agenda untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Putussibau ke-131 sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.

“Parade busana adat daerah ini menggambarkan bahwa masyarakat Kapuas Hulu terus menjaga komitmen toleransi, melestarikan adat dan budaya, serta menjaga keharmonisan antarsesama,” ujarnya.

Menurut Fransiskus, keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat Kapuas Hulu merupakan kekayaan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Sejarah Singkat Kota Putussibau

Kota Putussibau yang kini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu memiliki sejarah panjang. Tanggal 1 Juni 1895 ditetapkan sebagai hari jadi kota tersebut, bertepatan dengan penetapan pusat pemerintahan Boven Kapoewas oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Nama Putussibau berasal dari gabungan kata "putus" dan "Sibau". Menurut cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, nama itu muncul setelah sebuah pohon Sibau tumbang dan membelah aliran sungai yang kemudian dikenal sebagai Sungai Sibau.

Sejak 13 Januari 1953, Putussibau resmi menjadi ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953.

Saat ini, Putussibau terus berkembang sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pelayanan masyarakat di wilayah Kapuas Hulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.