Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum penting untuk mengingatkan para kepala daerah agar menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Pesan tersebut disampaikan dalam upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman belakang Kantor Gubernur Maluku, Senin (1/6/2026). Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Baca juga: Kapal Sabuk Nusantara 80 Siap Lepas Sandar dari Ambon Ke Malteng
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Maluku Fasilitasi Kepemilikan Rumah bagi Pekerja melalui Program MLT
Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Plt. Kepala Biro Organisasi Setda Maluku, Marisca L.N. Kakiailatu, dan Perwira Upacara dijabat Kepala Dinas Koperasi dan UKM Maluku, Suriyanti Anwar.
Dalam kesempatan tersebut, Sadali Ie membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.
Dalam pidato itu ditegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik yang berkeadilan.
Para kepala daerah diingatkan agar setiap kebijakan mampu menjamin hak-hak masyarakat kecil serta tidak mengabaikan kelompok rentan dalam proses pembangunan.
“Para kepala daerah pentingnya menghadirkan kebijakan publik yang berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat kecil, dan tidak meninggalkan kelompok yang rentan,” demikian isi pidato tersebut.
Pesan ini dinilai sangat relevan bagi Provinsi Maluku yang memiliki karakter wilayah kepulauan dengan tantangan pembangunan yang beragam.
Oleh karena itu, kebijakan yang adil dan merata menjadi kunci agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan.
Upacara tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi pedoman utama di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia.
Selain kepada kepala daerah, pesan juga ditujukan kepada generasi muda agar menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup pidato, seluruh elemen bangsa diajak untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta mengamalkan nilai-nilai persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
“Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan selalu hidup dalam denyut nadi seluruh anak bangsa,” tegasnya.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.
Pengibaran bendera dilakukan oleh perwakilan Paskibraka SMA Negeri 1 Ambon, sementara doa dipimpin staf Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku, Yudha Sagita. (*)