Diisukan Dijemput TNI untuk Lapor Film Pesta Babi, Mama Yasinta: Saya Datang karena Harga Diri
Lisna Ali June 01, 2026 02:23 PM

TRIBUNPALU.COM - Tokoh adat Papua, Yasinta Moowend atau Mama Yasinta, mengatakan bahwa keberangkatannya ke Jakarta murni untuk menuntut keadilan.

Sebelumnya beredar isu bahwa kedatangannya ke Jakarta telah dibiayai pihak tertentu atau pengusaha.

"Itu tidak benar nak, itu tidak benar. Saya naik pesawat biasa dengan penumpang. Saya tidak naik kapal ke Merauke atau ke Boven Digoel dengan pesawat helikopter," kata Mama Yasinta, dikutip dari Tribunnews, Minggu (31/5/2026).

Mama Yasinta menjelaskan bahwa perjalanan dari pedalaman Papua hingga ke ibu kota dilakukan secara mandiri.

Seluruh biaya transportasi dari kampung halamanya dibayar menggunakan uang pribadinya sendiri.

Ia turut menepis tudingan adanya keterlibatan aparat dalam proses keberangkatannya. Menurut Mama Yasinta, tidak ada penjemputan maupun tekanan dari pihak militer.

"TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi. Kenapa kalian yang repot dengan saya? Saya datang ke Jakarta karena harga diri saya," ujarnya.

Baca juga: Bukan Dandhy Laksono, Mama Yasinta Laporkan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah langkah hukum yang tengah ditempuhnya terkait penggunaan wajahnya dalam film Pesta Babi tanpa persetujuan.

Baca juga: Tanam Pohon di Hari Lahir Pancasila, Fraksi PDIP Sigi Tunjukkan Kepedulian Lingkungan

Mama Yasinta Laporkan JTW

Sebelumnya, Mama Yasinta melaporkan Ketua LBH Merauke berinisial JTW ke Polda Metro Jaya. Laporan yang terdaftar dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya pada 29 Mei 2026 itu diajukan dengan mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Kuasa hukum Mama Yasinta, TS Hamonangan Daulay, menyebut kliennya merasa dirugikan karena identitas dan citranya digunakan tanpa izin yang sah.

“Laporan ke Polda Metro Jaya hari ini untuk personaliti-nya Mama Sinta. Seorang anak bangsa berusia 62 tahun dieksploitasi tanpa perizinan yang sah dan pengakuan yang sah dari Mama Sinta,” ujarnya.

“Yang kita laporkan ini perorangan. Ada Ketua LBH Merauke. Inisialnya JTW,” tambah Hamonangan.

Baca juga: Dipolisikan Mama Yasinta, Tim Film Pesta Babi Angkat Bicara, Minta Publik Tak Menghakimi

Mama Yasinta mengaku baru mengetahui wajahnya tampil dalam film tersebut ketika menghadiri pemutaran di Susteran Maranatha, Jayapura, pada 8 April 2026.

“Film yang diputar di Jayapura, di Susteran Maranatha, tanpa izin dari saya. Mereka putar film itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya mengira akan menghadiri kegiatan adat, bukan menyaksikan pemutaran film.

“Jadi saat itu saya tahunya mau potong babi betulan. Ternyata yang diputar ternyata film 'Pesta Babi',” jelasnya.

Mama Yasinta mengaku terkejut saat melihat wajahnya muncul dalam tayangan tersebut. Ia pun meminta agar pemutaran film dihentikan.

“Dihentikan! Mulai hari ini dihentikan! Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu,” tegasnya.

Menurut Mama Yasinta, keputusan untuk datang ke Jakarta dan menempuh jalur hukum murni didasarkan pada keinginannya sendiri setelah mengetahui dirinya ditampilkan dalam film tanpa persetujuan.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.