TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, mengenang sosok Ryamizard Ryacudu sebagai pribadi yang profesional dan berintegritas.
Di balik ketokohan mantan Menteri Pertahanan tersebut, Jimly juga mengungkap sosok sang ayah, Musannif Ryacudu, yang dianggap sebagai legenda hidup di Sumatera Selatan.
Baca juga: Wamenhan Donny Ermawan Pimpin Pelepasan Jenazah Ryamizard Ryacudu ke TMP Kalibata
Jimly menyampaikan kenangan tersebut usai menghadiri prosesi pemakaman Ryamizard Ryacudu di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Mulanya, ia mengenang almarhum Ryamizard Ryacudu sebagai rekan kerja yang sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan.
"Nah, jadi dia sangat profesional dalam mengambil keputusan sangat berhati-hati, semua aspek dipertimbangkan," ujar Jimly.
Lebih lanjut, Jimly menceritakan latar belakang keluarga almarhum yang berasal dari Palembang.
Ia menyebut ayah Ryamizard, Musannif Ryacudu memiliki reputasi yang sangat disegani karena ketangguhannya di masa lalu.
"Jadi yang namanya orang tuanya itu, Pak Ryacudu itu, itu jadi legenda hidup. Waktu dia masih hidup, di Sumatera Selatan itu dianggap orang yang kayak setengah malaikat hidup. Karena ditembak oleh Belanda, nggak mempan. Terjun dari pesawat, aman. Pokoknya orang itu nggak bisa ditembus oleh peluru," ungkap Jimly.
Menurut Jimly, ketokohan sang ayah turut membentuk citra positif Ryamizard di mata masyarakat Palembang.
Kehadiran banyak warga dari daerah asal tersebut saat prosesi pemakaman menjadi bukti penghormatan masyarakat terhadap keluarga Ryamizard.
"Jadi di kalangan orang Palembang itu menganggap dia ini, ya pokoknya punya jimat gitu. Jadi nggak bisa ditembak, nah jadi ketokohan almarhum bapaknya itu mempengaruhi juga orang Palembang kepada Pak Ryamizard, Saya lihat banyak orang Palembang itu yang datang," tambahnya.
Jimly menilai almarhum adalah sosok yang bersih dan profesional, sama seperti mertuanya, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan yang diwariskan oleh tokoh-tokoh tersebut dapat terus dicontoh oleh generasi penerus bangsa.
"Juga sosok yang sangat bersih, profesional, kita juga kehilangan. Mudah-mudahan tokoh-tokoh seperti Pak Tri dan kemudian Pak Ryamizard ini makin banyak dicontoh oleh generasi penerus," pungkasnya.
Sebagai informasi, Ryamizard Ryacudu pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada periode 2014-2019.
Sebelum terjun ke pemerintahan, ia memiliki karier panjang di militer, termasuk menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) pada periode 2002-2005.