Gubernur Sumbar: Piala Dunia 2026 Diharapkan Jadi Pendorong UMKM, Pemprov Siapkan Nobar untuk Warga
Aurora Nightingale June 01, 2026 02:19 PM

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menilai bahwa ajang Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi pesta olahraga terbesar di dunia, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Sumbar.

Mahyeldi menjelaskan, tingginya antusiasme masyarakat dalam menyaksikan pertandingan Piala Dunia yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dapat membuka peluang usaha baru bagi warga setempat.

“Biasanya kalau di Sumbar ada acara besar, banyak masyarakat yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan. Hal ini tentu membawa dampak ekonomi dan menjadi kesempatan bagi UMKM untuk berkembang,” ujar Mahyeldi kepada TribunPadang.com usai memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (1/6/2026).

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar berencana mengadakan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang dapat diikuti masyarakat secara luas.

Salah satu lokasi yang tengah dipertimbangkan adalah area Kantor Gubernur Sumbar, yang telah dilengkapi dengan fasilitas layar LED besar untuk menayangkan pertandingan secara langsung.

“Kami akan melaksanakan nonton bareng di sejumlah lokasi yang sudah direncanakan. Mudah-mudahan salah satunya bisa di Kantor Gubernur, karena di sana ada layar LED besar yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menonton bersama,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, kegiatan nobar tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat mendorong aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Ia berharap para pelaku UMKM bisa mengambil kesempatan dari momentum tersebut untuk meningkatkan penjualan produk mereka selama berlangsungnya ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu.

Selain manfaat ekonomi, Mahyeldi juga menilai bahwa Piala Dunia dapat menjadi sarana pembelajaran penting bagi pecinta sepak bola di Indonesia, terutama bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi pemain profesional.

Ia menceritakan bahwa saat menjalankan Safari Ramadan beberapa waktu lalu, banyak anak-anak di Sumbar yang menyampaikan keinginan untuk menjadi pesepak bola.

“Ketika Safari Ramadan kemarin, banyak anak-anak yang mengatakan ingin menjadi pemain bola. Ini hal yang positif dan harus kita dukung bersama,” ucapnya.

Mahyeldi menambahkan bahwa siaran langsung Piala Dunia yang dapat disaksikan masyarakat melalui TVRI menjadi kesempatan berharga untuk memahami perkembangan sepak bola dunia.

Melalui tayangan pertandingan tersebut, para pemain muda, pelatih, dan penggemar sepak bola dapat memetik berbagai pelajaran positif yang dapat diterapkan dalam pembinaan sepak bola nasional.

“Ini menjadi momen bagi kita untuk mengevaluasi kondisi sepak bola Indonesia. Banyak hal positif dari Piala Dunia yang bisa kita pelajari dan terapkan demi kemajuan sepak bola Tanah Air di masa depan,” ujarnya.

Mahyeldi berharap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat Sumbar, tetapi juga dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat kualitas sepak bola Indonesia melalui pembelajaran dari negara-negara terbaik di dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.