Panduan Piala Dunia 2026 Argentina: Jadwal, Prediksi, Pemain Kunci, dan Peluang
Agus Firmansyah June 01, 2026 04:13 PM

Lionel Messi menepis kekhawatiran cedera di menit akhir untuk memimpin juara bertahan Argentina pada penampilan keenamnya di putaran final Piala Dunia.

La Albiceleste mengakhiri penantian selama 36 tahun untuk meraih gelar ketiga mereka di Qatar pada tahun 2022. Kapten inspiratif Lionel Messi menuntaskan warisan luar biasa dalam kariernya dengan meraih penghargaan paling bergengsi yang selama ini belum ia miliki — trofi yang banyak orang anggap sebagai syarat agar dirinya diakui sebagai pesepak bola terbesar sepanjang masa.

Cara mereka meraih gelar pertama sejak Meksiko 1986 sungguh tak terlupakan. Argentina menaklukkan Kylian Mbappe dan Prancis 4-2 lewat adu penalti setelah laga final yang berakhir 3-3 di waktu tambahan. Mereka bangkit setelah kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi pada laga pembuka dan berhasil melewati rintangan berat melawan Australia serta Belanda.

Sejak kemenangan di Qatar, tim asuhan Lionel Scaloni itu menambah koleksi trofi dengan menjuarai Copa America ke-16 — rekor baru — dan melaju mulus dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Dari 18 laga yang dijalani, Argentina meraih 12 kemenangan dan hanya kalah empat kali, menempati puncak klasemen CONMEBOL dengan keunggulan sembilan poin atas pesaing terdekat, Ekuador. Hasil itu memastikan tiket mereka ke Piala Dunia untuk ke-14 kalinya secara beruntun.

Dengan skuad yang stabil, dipenuhi pemain berbakat dan percaya diri, serta tergabung dalam grup yang terlihat ringan di atas kertas pada format turnamen yang diperluas ini, Argentina diprediksi menjadi kandidat kuat untuk mencatat sejarah sebagai tim ketiga yang berhasil menjuarai Piala Dunia secara beruntun — yang terakhir kali dilakukan Brasil pada tahun 1962.

Penjaga Gawang: Emiliano Martinez, Geronimo Rulli, Juan Musso

Pemain Bertahan: Gonzalo Montiel, Nahuel Molina, Lisandro Martinez, Nicolas Otamendi, Leonardo Balerdi, Cristian Romero, Facundo Medina, Nicolas Tagliafico

Gelandang: Leandro Paredes, Rodrigo De Paul, Exequiel Palacios, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Giovani Lo Celso, Valentin Barco

Penyerang: Lionel Messi, Nicolas Paz, Thiago Almada, Nicolas Gonzalez, Giuliano Simeone, Lautaro Martinez, Jose Manuel Lopez, Julian Alvarez

Pemain berpengaruh: Bintang Chelsea yang ingin hengkang, Enzo Fernandez, menjadi sosok penting di lini tengah Argentina.

(semua waktu dalam BST)

Argentina vs Aljazair (pukul 02.00, 17 Juni, Stadion Arrowhead, Kansas City)

Argentina vs Austria (pukul 18.00, 22 Juni, Stadion AT&T, Arlington)

Argentina vs Yordania (pukul 03.00, 28 Juni, Stadion AT&T, Arlington)

Grup J seharusnya tidak memberikan ancaman berarti bagi Argentina, yang tentu ingin menghindari kejutan seperti kekalahan dari Arab Saudi empat tahun lalu — salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah Piala Dunia yang justru membangkitkan semangat mereka waktu itu.

Minimnya perjalanan antarnegara tuan rumah menjadi keuntungan tersendiri, karena dua laga mereka akan dimainkan di stadion yang sama di Texas, sementara laga pembuka digelar dekat markas latihan mereka di Kansas City.

Dengan jadwal yang relatif ringan, Scaloni berpeluang melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran para pemain terbaiknya — termasuk sang veteran Messi — agar tetap segar menghadapi fase gugur. Di babak 32 besar, mereka mungkin akan bertemu sesama wakil Amerika Selatan, Uruguay, dan bisa jadi menghadapi Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo di perempat final.

Scaloni berharap timnya tidak kehilangan ritme akibat minimnya lawan berat di babak grup, meski hal itu juga menjadi tantangan bagi banyak tim besar di turnamen berformat 48 peserta ini.

Target minimal bagi Argentina tentu mencapai babak semifinal, di mana mereka berpotensi bertemu salah satu rival bebuyutan, Inggris atau Brasil, jika tidak terjadi kejutan besar.

Siapa lagi kalau bukan Lionel Messi? Menjelang ulang tahunnya yang ke-39 di antara laga kedua dan ketiga fase grup, serta sudah tiga tahun bermain di Major League Soccer (MLS) bersama Inter Miami, Messi kini telah melewati masa puncak dari salah satu karier paling gemilang dalam sejarah sepak bola.

Awalnya, tidak ada kepastian apakah ia akan tampil di Piala Dunia keenamnya, terlebih setelah sempat mengalami cedera saat membela klubnya akhir pekan lalu. Ada pula ketidakpastian panjang terkait kapan ia akan pensiun dari sepak bola internasional untuk kedua kalinya, yang kemungkinan besar akan menjadi yang terakhir.

Kini setelah kepastian keikutsertaannya, Messi diperkirakan kembali menjadi pusat permainan dan penggerak utama tim Argentina, seperti yang sudah ia lakukan sejak debutnya 21 tahun lalu. Ia bahkan berpeluang mencatatkan penampilan ke-200 dalam laga uji coba pramusim melawan Honduras dan Islandia.

Dengan beban untuk meraih gelar dunia akhirnya terangkat dari pundaknya, dan mengingat ini kemungkinan besar menjadi “tarian terakhirnya” bersama rival abadi Ronaldo di panggung terbesar sepak bola, peraih delapan Ballon d’Or itu memiliki kebebasan untuk menjadikan musim panas ini sebagai kenangan indah lainnya.

Peluang juara Piala Dunia: 9/1

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.