Argentina dan Ancaman 'Crash' di Piala Dunia 2026: Lionel Scaloni di Atas Kertas Punya Semua Modal
Aurora Nightingale June 01, 2026 04:21 PM

Perjalanan Tim Nasional Argentina di Piala Dunia 2026 mendatang diyakini akan menjadi sorotan besar selama turnamen berlangsung.

Hal ini tidak mengherankan mengingat Argentina berstatus sebagai juara bertahan di ajang empat tahunan tersebut.

Situasi semakin menarik karena Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di level internasional.

Dengan demikian, kiprah Tim Tango di bawah arahan Lionel Scaloni semakin dinanti pada edisi kali ini.

Apakah mampu mempertahankan gelar atau justru tersingkir lebih awal, perjalanan Argentina tetap akan menjadi perhatian utama.

Pada Jumat (29/5/2026), tiga hari lalu, Lionel Scaloni telah mengumumkan daftar 26 pemain yang akan memperkuat Argentina di Piala Dunia 2026.

Kebanyakan nama yang dipanggil merupakan pemain yang berjasa membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.

Beberapa di antaranya adalah Lionel Messi, Emiliano Martinez, Julian Alvarez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, serta Cristian Romero.

Sementara itu, pemain seperti Franco Armani, Juan Foyth, German Pezzella, Marcos Acuna, Angel Di Maria, Alejandro Gomez, Guido Rodriguez, Paulo Dybala, dan Angel Correa yang sebelumnya tampil di Piala Dunia 2022, tidak masuk dalam skuad kali ini karena berbagai alasan.

Untuk pemain debutan, muncul nama Nico Paz, pemain muda yang tampil impresif bersama Como 1907 musim ini.

Namun, dua nama muda lainnya yakni Alejandro Garnacho (Chelsea) dan Franco Mastantuono (Real Madrid) tidak dipanggil oleh Scaloni.

Ketika ditanya mengenai dasar pemilihan pemain, Scaloni menjelaskan bahwa banyak faktor yang menjadi pertimbangan.

Ia menegaskan keputusan tersebut mencakup kebutuhan tim dan peran yang bisa mendukung performa Argentina di turnamen nanti.

"Kami memiliki pemain yang bisa beradaptasi dengan berbagai peran. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, daftar ini memberi kami lebih banyak dinamika dan vertikalitas saat dibutuhkan," ujar Scaloni kepada DSports, dikutip dari laman resmi FIFA.

"Kami sudah memiliki gaya bermain sendiri, dan kami tidak akan mengubahnya," lanjutnya.

"Namun jika ada situasi yang menuntut kami untuk beradaptasi, kami akan melakukannya," tambah Scaloni menegaskan.

Dalam wawancara lain, Scaloni sempat menyinggung bahwa status juara bertahan membuat timnya akan lebih banyak disorot di Piala Dunia 2026. Meski begitu, ia mengaku tidak terlalu memikirkan hal itu dan lebih fokus mempersiapkan performa terbaik tim.

"Kami sadar bahwa lawan akan bermain berbeda karena kami adalah juara bertahan," jelas Scaloni.

"Yang penting adalah kami hadir di sana, dan setelah itu kami hanya akan fokus pada permainan sepak bola, karena segalanya bisa terjadi," sambungnya.

Menjadi juara bertahan di Piala Dunia tentu bukan beban yang mudah. Sejarah mencatat, hanya Brasil yang pernah berhasil mempertahankan gelar juara dunia dua kali beruntun, yakni pada edisi 1958 dan 1962.

Selain Brasil, belum ada lagi tim lain yang mampu mengulang prestasi tersebut. Bahkan Prancis, yang sebelumnya menjadi finalis, gagal mempertahankan gelar setelah kalah dari Argentina di partai final edisi 2022.

Fakta tersebut menegaskan bahwa mempertahankan trofi Piala Dunia merupakan tantangan berat bagi tim mana pun yang berstatus juara bertahan.

Pandangan Lokal tentang Peluang Argentina Pertahankan Gelar

Menyoal peluang Argentina mempertahankan gelar di Piala Dunia 2026, Adrian — salah satu sosok di balik akun media Spieltag Indonesia — mengungkapkan pandangannya ketika dimintai pendapat.

Menurut Adrian, keberadaan Lionel Scaloni sebagai pelatih menjadi faktor penting yang menjaga Argentina tetap berada di posisi unggulan juara.

Ia menambahkan bahwa keberuntungan Argentina yang tergabung dalam grup relatif ringan diperkirakan akan mempermudah langkah mereka untuk lolos dari fase penyisihan grup.

"Tentu harapan Argentina dan Lionel Scaloni adalah bisa mempertahankan gelar Piala Dunia," ujar Adrian dalam podcast Tribunnews, Minggu (1/6/2026) malam.

"Apalagi, dari yang saya tahu, Scaloni ini adalah pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Argentina," lanjutnya.

"Ia sudah dua kali menjuarai Copa America dan sekali Piala Dunia. Secara trofi, Scaloni bisa dibilang sudah menamatkan kariernya di level internasional," tambah Adrian.

Ia menilai peluang Argentina di Piala Dunia 2026 cukup besar karena tergabung dalam grup bersama Austria, Yordania, dan Aljazair, yang dinilai bukan lawan berat.

"Kalau melihat komposisi skuad, ada keseimbangan antara pemain senior seperti Messi, Martinez, Paredes, Fernandez, serta pemain muda. Ini salah satu skuad Argentina terbaik karena para pemainnya mendapat menit bermain cukup di klub dan sudah punya chemistry di timnas," papar Adrian.

Kendati demikian, Adrian mengingatkan bahwa status juara bertahan sering kali menjadi bumerang. Ia mencontohkan kegagalan tim-tim besar seperti Prancis, Italia, dan Jerman yang tersingkir cepat setelah menjuarai edisi sebelumnya.

"Tapi ya, kembali lagi, di Piala Dunia apa pun bisa terjadi. Kita bisa lihat Jerman gagal di 2018 dan Italia di 2010, jadi apa yang terlihat menjanjikan di atas kertas bisa berubah di lapangan," tutupnya.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.