Bentuk Syukur Hasil Panen yang Melimpah, Petani Desa Dukuh Gelar Tradisi Labuh Masal
Alga W June 01, 2026 05:33 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Para petani Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, menggelar tradisi labuh masal untuk menandai panen raya, Senin (1/6/2026).

Labuh ini bentuk lain dari tradisi ider-ider, bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah.

Baca juga: 2 Napi Lansia Kasus Pembunuhan di Tuban Dapat Remisi Khusus Hari Lahir Pancasila

Jika ider-ider dilakukan orang per orang di lahan sawah miliknya, labuh dilakukan bersama-sama di area persawahan desa.

"Paginya tadi sudah dilakukan ider-ider, sekarang dilakukan labuh bersama-bersama," ujar Kepala Desa Dukuh, Cuk Sindu Wiyoso.

Lanjutnya, labuh ini salah satu upaya menjaga tradisi dan kearifan lokal di Desa Dukuh.

Dalam labuh, selain ucapan syukur juga menampilkan kesenian yang berkembang di desa.

Selain reog kendang tarian khas Tulungagung, ada jaranan jowo, jaranan sentherewe, dan tari gambyong.

"Kesenian tari-tarian itu salah satu kearifan lokal yang dijaga dan berkembang di masyarakat. Ini bentuk ucapan syukur kami," tegasnya.

Petani di Desa Dukuh mudah dikenal karena bergabung dalam Kelompok Tani Angker, akronim dari Angudi Kemakmuran Rakyat, atau mengupayakan kemakmuran rakyat.

Luas area tanam padi di desa ini sekitar 70 hektar, dengan hasil panen rata-rata 7 ton per hektar.

Dalam satu tahun area tanam padi desa ini bisa panen hingga 3 kali, sehingga hasil padi per tahun sekitar 1.470 ton.

"Kami memang selalu mengutamakan fasilitas pertanian, seperti irigasi, pompa untuk lahan pertanian, atau hand tractor," jelas Sindu.

Sebelum memulai masa tanam, para petani di Desa Dukuh juga menggelar doa bersama.

Mereka berharap tanaman padi bisa tumbuh subur, bebas hama, dan bisa panen raya.

Acara labuh ini juga dikemas dalam kegiatan panen perdana untuk percepatan Masa Tanam Kedua (MT II) tahun 2026.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memberi dukungan langsung kepada para petani.

Menurutnya, selama ini pemerintah terus memberi dorongan agar para petani semangat untuk menanam padi.

"Labuh ini selain bentuk ucapan syukur, juga penting untuk produksi padi."

"Tujuan akhirnya nanti kemandirian pangan secara nasional," ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Baharudin juga menyetujui usulan tambahan hand tractor yang diusulkan kepala desa.

Bahkan, Baharudin mengusulkan agar alat bajak yang diusulkan jenis roda 4, bukan hand tractor.

Dengan mesin bajak roda 4, proses pengolahan lahan bisa lebih cepat, dan mempercepat proses tanam.

"Kelompok tani mohon juga bekerja sama dengan pengairan agar MT II ini lancar. Apalagi sekarang masuk musim kemarau, butuh pembagian air," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.