Jayapura (ANTARA) - Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan tim SAR gabungan saat ini masih melakukan pencarian terhadap tiga warga Biak yang dinyatakan hilang setelah terjadi ledakan bom bekas perang dunia (PD) II .
"Pencarian saat ini masih dipusatkan di lini luar yakni di bagian pantai karena untuk melakukan pencarian disekitar TKP masih dinilai belum aman," kata Ari kepada ANTARA yang dihubungi dari Jayapura, Senin..
Menurut dia, sekitar tempat kejadian perkara (TKP) masih dinyatakan belum aman, sehingga pencarian lebih dipusatkan di sekitar pantai
Dia mengatakan pencarian korban ledakan dilakukan karena hingga kini ada tiga warga yang dilaporkan hilang, yakni Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45) dan Abis Marandof (27).
Di TKP ledakan yang terjadi Minggu (31/5), menurut Ari, belum disentuh karena masih menunggu tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua melakukan sterilisasi.
Bila sudah dinyatakan aman, kata dia, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, Polres Biak Numfor, Kodim Biak dan pihak terkait lainnya akan melakukan pencarian di sekitar TKP.
"Penyidik juga akan melakukan olah TKP," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan.
Dia menjelaskan insiden ledakan bom bekas PD II yang terjadi Minggu siang (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT di komplek perikanan jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Biak, juga menyebabkan lima orang meninggal.
Kelima warga yang menjadi korban ledakan bom bekas PD II yaitu Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba(25), Israel Raubaba (7) dan Isril Raubaba (5).





