Mama Yasinta Bantah Alami Intimidasi di Balik Perubahan Sikapnya Terkait Film Pesta Babi
Adi Suhendi June 01, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta, menampik tudingan di media sosial yang menarasikan dirinya naik private jet untuk terbang dari Papua ke Jakarta. 

Menurutnya tuduhan tersebut sebagai fitnah kejam.

Mama Yasinta turut menepis anggapan bahwa dirinya dalam pengawasan ketat saat membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026) terkait pencatutan dirinya dalam Film Pesta Babi.

“Saya ke Jakarta naik pesawat biasa bersama dengan puluhan penumpang lainnya. Saya tidak tahu pesawat jet, tidak pernah naik pesawat itu,” kata Mama Yasinta dalam video yang diterima, Senin (1/6/2026).

Ia menegaskan bahwa tidak ada yang mengintimidasi dirinya atas sikap berbalik arah menolak film Pesta Babi, hingga lapor polisi ihwal wajah dirinya yang dipajang di poster film tanpa seizinnya.

Baca juga: Sosok TS Hamonangan Daulay, Kuasa Hukum Mama Yasinta Dampingi Laporkan Film Pesta Babi

"Saya di Jakarta bebas (tak ditahan atau diintimidasi), ke Bogor, saya bebas jalan kemana saja saya bebas jalan tidak ada yang batasi saya, karena saya sudah pernah di Jakarta kok, saya sudah tahu jalan-jalannya ke Jakarta, ke mana saja saya sudah tahu. Namanya saya sudah tujuh kali datang ke Jakarta," tuturnya. 

Lebih lanjut, Mama Yasinta meminta keluarga di Papua untuk tidak khawatir terhadap keselamatan dirinya.

Ia menyatakan dalam keadaan baik dan aman. 

"Untuk keluarga saya di Merauke, di Wanam, di mana saja, jangan khawatir dengan saya. Saya di sini aman-aman saja," tegasnya.

Baca juga: Laporkan Film Pesta Babi ke Polda Metro, Mama Yasinta Bantah Dibiayai Pengusaha ke Jakarta

Sebelumnya Mama Yasinta bersuara lantang dalam film dokumenter Pesta Babi, yang menceritakan penyerobotan lahan di tanah Papua, khususnya Distrik Ilwayab, Merauke atas nama Proyek Strategis Nasional (PSN).

Namun belakangan Mama Yasinta berbalik arah untuk mendukung PSN, seraya mengungkap bahwa film Pesta Babi menayangkan dirinya tanpa izin.

Ia kemudian datang ke Jakarta dan melaporkan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Merauke inisial JTW.

Laporan tersebut merupakan buntut penayangan wajahnya dalam poster dan film Pesta Babi tanpa izin.

Laporan tersebut telah diterima polisi dan teregistrasi dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026.

Sikap Mama Yasinta yang berbalik arah memicu perdebatan, khususnya di media sosial.

Banyak orang menilai bahwa perubahan sikap Mama Yasinta karena yang bersangkutan menerima tekanan dan ancaman dari pihak tertentu.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.