TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Seorang guru perempuan berinisial RV di SMA Negeri 10 Kota Jambi diduga mengalami tindakan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Kepala Tata Usaha sekolah berinisial PH saat persiapan Upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).
Informasi terkait dugaan tersebut sebelumnya disampaikan oleh HF (34), suami korban. Menurutnya, peristiwa terjadi saat istrinya sedang berbincang dengan sejumlah rekan guru sebelum upacara dimulai.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala SMA Negeri 10 Kota Jambi, Nova Deswita, mengaku tidak mengetahui secara langsung peristiwa yang dilaporkan karena saat kejadian dirinya tengah bersiap menjalankan tugas sebagai inspektur upacara.
"Saya tidak tahu sama sekali masalahnya. Saya di dalam karena menjadi inspektur upacara. Baru setelah itu saya mendengar keterangan dari kedua belah pihak," katanya saat dikonfirmasi Tribun Jambi.
Nova mengatakan, setelah menerima informasi terkait dugaan insiden tersebut, pihak sekolah langsung mempertemukan kedua pihak untuk dilakukan mediasi.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar persoalan dapat diketahui secara jelas dan tidak berkembang tanpa kejelasan.
"Tadi sudah saya mediasi. Saya sebagai pimpinan mencoba mencari tahu persoalannya seperti apa," ujarnya.
Ia menjelaskan informasi yang diterimanya berasal dari keterangan kedua pihak karena dirinya tidak berada di lokasi saat peristiwa dilaporkan terjadi.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di area lapangan sekolah ketika guru dan siswa sedang bersiap mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila.
"Informasinya terjadi di tempat yang ramai saat persiapan upacara. Guru-guru dan siswa sudah berkumpul di lokasi," katanya.
Terkait PH, Nova menyebut yang bersangkutan selama ini dikenal memiliki kebiasaan bercanda dengan rekan kerja di lingkungan sekolah.
"Dia memang suka bercanda. Yang saya lihat selama ini seperti itu," ujarnya.
Meski demikian, Nova menegaskan pihak sekolah belum mengambil kesimpulan atas dugaan tersebut dan masih akan mendalami kronologi kejadian.
Menurutnya, apabila belum ditemukan titik temu dari hasil mediasi, pihak sekolah akan kembali melakukan langkah lanjutan.
"Saya ingin melihat dulu kronologinya seperti apa. Kalau memang belum ada titik temu, akan kami coba mediasi lagi," katanya.
Saat ditanya apakah sebelumnya pernah ada laporan serupa yang melibatkan guru maupun siswa, Nova mengaku sejauh pengetahuannya belum pernah menerima laporan resmi terkait hal tersebut.
"Kalau laporan selama ini tidak ada," ujarnya.
Sementara itu, suami korban meminta pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menindaklanjuti dugaan tersebut agar tidak kembali terjadi terhadap guru maupun siswa lainnya.
(Tribunjambi.com/Rifani Halim)
Baca juga: Guru di SMA Negeri 10 Kota Jambi Diduga Alami Pelecehan, Suami Minta Tindakan Tegas