TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Penyebab pasti rusaknya Jembatan Danau Bingkuang di jalan nasional lintas Riau-Sumatera Barat belum disimpulkan.
Sementara kerusakan jembatan itu menimbulkan beragam pendapat.
Mulai dari ketahanan konstruksi, hingga rumor aksi pencurian.
Kepala Kepolisian Resor Kampar, AKBP. Boby Putra Ramadhan Sebayang tak menampik rumor yang berkembang.
Ia menyatakan, pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan apapun.
"Yang dibilang dugaan-dugaan, itu terkait dengan teknis konstruksi jembatan," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (1/6/2026).
Menurut dia, masalah konstruksi jembatan merupakan kewenangan instansi berwenang.
Ia mengatakan, pihak Pelaksana Jalan Nasional (PJN) sedang melakukan pemeriksaan.
"Kepolisian menunggu hasil observasi dari ahli. Polisi nggak bisa menyimpulkan, jadi salah nanti," ujarnya.
Polres sudah berkoordinasi dengan PJN tentang beberapa aspek.
Langkah awal telah diambil dengan melakukan penutupan sementara.
"Kita fokus meminimalisir kerawanan dulu, oleh karenanya Sat Lantas (Satuan Lalu Lintas) menutup dulu," ujarnya.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah I Riau, Afdirman Jufri menyebutkan, rusaknya jembatan karena baut pada konstruksi perletakan hilang.
Kendati begitu, ia tidak dapat menyimpulkan penyebab hilangnya komponen itu.
Menurut dia, hilangnya komponen bisa karena usia jembatan dan beban lalu lintas.
Satu dari jembatan kembar itu ditutup sejak Kamis (28/5/2026).
Jembatan yang ditutup di jalur ke arah Bangkinang Kota.
Penutupan dilakukan setelah warga menjumpai jembatan goyang cukup parah.
Pihak PJN kemudian melakukan pengecekan, dan ternyata dijumpai kerusakan.
Afdirman belum dapat memastikan metode dan waktu perbaikannya. Pihaknya masih perlu mengumpulkan beberapa data.
Antara lain geometri jembatan, analisis struktur jembatan, inspeksi rangka, dan sambungan baut.
Berikutnya data kebutuhan counterweight. Yaitu, penyeimbang pada struktur jembatan.
"(Data) survei detil," katanya, Minggu (31/5/2026). (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)