TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Menjelang pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027, Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Manado (Unima), Dr. Meike Imbar, membeberkan hal-hal penting yang harus dilakukan pemerintah.
Ia menilai pemerintah tidak hanya perlu fokus pada pemerataan jumlah siswa di sekolah negeri tetapi juga harus memastikan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Dinas Pendidikan memiliki kewenangan untuk mengatur sistem penerimaan murid baru agar distribusi siswa di sekolah-sekolah negeri berjalan lebih merata sesuai daya tampung yang tersedia.
"Di satu sisi tentu pemerintah berharap agar semua sekolah negeri yang tersedia memperoleh murid dengan jumlah yang berbanding lurus dengan daya tampung yang ada. Berbagai aturan penerimaan murid baru diusahakan pemerintah agar merata di setiap satuan pendidikan. Ini sah-sah saja karena pemerintah berhak mengatur pengelolaan pendidikan di sekolah negeri," ujarnya, Senin (1/6/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa perhatian utama pemerintah setiap tahun ajaran baru seharusnya adalah menjamin mutu pelayanan pendidikan yang terus meningkat.
Selama kualitas pendidikan antar sekolah masih berbeda, maka anggapan tentang sekolah favorit, unggulan, dan berkualitas akan tetap melekat di masyarakat.
"Tanpa jaminan peningkatan kualitas pendidikan, polarisasi sekolah favorit, sekolah unggul, terbaik, dan berkualitas itu tetap akan ada. Orang tua dan murid tentu tidak akan memilih sekolah dengan standar pendidikan yang rendah karena mereka tidak mau berspekulasi dengan masa depan," katanya.
Orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi lebih umumnya tidak ragu memilih sekolah yang dinilai memiliki kualitas pendidikan baik.
Penilaian tersebut mencakup kualitas tenaga pendidik, tingkat kedisiplinan sekolah, proses pembelajaran yang berjalan optimal, hingga konsistensi kegiatan belajar mengajar.
Ia juga menyoroti masih adanya disparitas mutu pendidikan yang terjadi tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, terdapat sekolah-sekolah yang sangat diminati masyarakat karena kualitasnya, sementara sebagian lainnya masih kurang menarik minat calon peserta didik.
"Pemerintah harus mengakui bahwa disparitas mutu pendidikan sangat bervariasi. Ada sekolah yang unggul dan sangat diminati, tetapi ada juga sekolah yang biasa-biasa saja. Ini merupakan realitas yang harus dihadapi," ujarnya.
Karena itu, Meike menilai pemerintah bersama pihak sekolah perlu bekerja lebih keras meningkatkan mutu layanan pendidikan agar mampu memperoleh kepercayaan masyarakat.
Sejumlah faktor yang dinilai menjadi indikator penting dalam menentukan pilihan orang tua terhadap sekolah antara lain kualitas guru, disiplin sekolah, proses pembelajaran yang bermutu, serta ketersediaan fasilitas yang memadai.
"Kualitas guru, disiplin sekolah, proses pembelajaran yang bermutu, dan fasilitas yang representatif merupakan indikator penting yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih sekolah untuk anak-anak mereka," katanya.
Meike mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang selama ini kurang diminati masyarakat.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi berbagai kelemahan dan menyusun langkah perbaikan agar kualitas pendidikan antar sekolah semakin merata.
"Yang penting adalah evaluasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang kurang diminati orang tua dan murid, sehingga bisa sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya," tuturnya.
Baca juga: Chord dan Lirik Lagu Cinta Putih - Katon Bagaskara
Baca juga: Pilu di Rumah Duka, William Thio Meninggal Jelang HUT Pernikahan
Upaya peningkatan mutu pendidikan secara merata menjadi kunci untuk mengurangi kesenjangan kualitas antar sekolah dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.(*)