Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Seorang lansia asal Kabupaten Boyolali meninggal dunia usai terjatuh dari sepeda motor saat perjalanan pulang dari Pasar Gede Solo, Senin (1/6/2026) sore.
Korban berinisial M (60), warga Winong, Boyolali, menghembuskan napas terakhir setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan MT Haryono Manahan, tepatnya di depan SMPN 1 Solo sekitar pukul 15.15 WIB.
Saat kejadian, korban diketahui berboncengan dengan rekannya, S (66), warga Penggung, Boyolali, menggunakan sepeda motor Yamaha NMax bernopol E 5664 UY.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Solo Iptu Vebby Valery Ramadhani melalui Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Solo Iptu Yuli Nurus Yani menjelaskan, sebelum kejadian korban dan rekannya sempat berbelanja di Pasar Gede Solo.
Namun saat hendak pulang menuju Boyolali melalui kawasan Pasar Nongko, keduanya disebut sempat kehilangan arah dan bertanya kepada warga sekitar.
“Ini kita masih mengumpulkan keterangan kejadiannya, tapi menurut keterangan awal korban warga Boyolali yang kebetulan berboncengan dengan temannya ke Pasar Gede. Kemudian pas balik lewat Pasar Nongko lupa jalan dan tanya sama warga, dikasih arah melewati overpass Manahan,” ungkap Yuli kepada TribunSolo.com.
Setelah mendapat petunjuk arah, keduanya melanjutkan perjalanan menuju kawasan overpass Manahan. Namun sesampainya di depan SMPN 1 Solo, korban tiba-tiba terjatuh dari motor yang ditumpanginya.
“Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan tapi tahu-tahu di depan SMPN 1 Solo itu dia jatuh,” lanjutnya.
Baca juga: Sepinya Wisatawan di Solo saat Libur Adha 2026, PHRI : Tahun Ini Berat untuk Kami
Rekan korban langsung menghentikan kendaraan dan berusaha memberikan pertolongan. Warga sekitar juga berdatangan membantu korban yang sempat sadarkan diri sebelum akhirnya tak merespons.
“Iya jatuh sendiri, kemudian yang depan berhenti dan korban sempat sadar. Terus didudukan dan sempat berbicara terus pingsan lagi, dan didatangi warga sekitar ternyata sudah tidak merespon dan langsung dipanggilankan ambulans untuk dibawa ke RS Moewardi,” kata dia.
Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti korban meninggal dunia, termasuk kemungkinan adanya riwayat penyakit yang dialami korban.
Baca juga: LDA Pasang Baliho PB XIV Hangabehi Pewaris Tahta Keraton Solo, Klaim Berlandaskan Adat dan Hukum
“Kita masih mendalami terkait hal itu,” urainya.
Pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban guna melengkapi proses penyelidikan.
“Kami juga masih menunggu keluarga korban yang sudah kami hubungi,” pungkasnya.