- Iran lagi-lagi menunjukkan keunggulannya di medan pertempuran melawan Amerika Serikat.
Pada Minggu (31/5/2026), NBC News melaporkan capaian terbaru Iran menghalau unit tempur AS yang mencoba masuk ke wilayah udara Teheran.
Media AS mengonfirmasi Iran berhasil merontokkan jet tempur F-15 Strike Eagle milik AS.
Serangan Iran tersebut diketahui dilancarkan dengan rudal panggul atau MANPADS buatan China yang dipakai Iran.
Selain rudal tersebut, AS juga melaporkan bahwa IRGC menggunakan radar peringatan dini jarak jauh dari Beijing.
Kedua awal jet tempur milik AS itu berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh dirudal Iran.
Tak hanya jet tempur, Iran juga lagi-lagi menembak jatuh drone militer bersenjata milik AS.
Serangan itu dilancarkan pada Minggu (31/5/2026) saat drone MQ-1 predator AS itu mencoba memasuki wilayah Teheran.
Drone tersebut dilaporkan terbang di atas perairan teritorial Iran.
IRGC menyebut bahwa pesawat nirawak itu bergerak dalam operasi senyap AS.
IRGC menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara Iran mendeteksi keberadaan drone tersebut setelah melintasi batas perairan teritorial negara itu.
Setelah dilakukan pemantauan, drone tersebut kemudian menjadi sasaran rudal pertahanan udara dan berhasil dihancurkan.
Seusai upaya AS itu, IRGC juga menekankan bahwa pasukannya berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi ancaman keamanan terhadap Iran.
Selain mengumumkan keberhasilan operasi tersebut, IRGC melontarkan peringatan keras kepada pihak mana pun yang mencoba melakukan tindakan agresi terhadap Iran.
Pencapaian terbaru Iran ini membuat Teheran percaya diri menyebut mereka unggul dalam konfrontasi terbaru.
Pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Yadollah Javani bahkan berani mengejek menyebut AS sedang masuk fase kemunduran.
Ia mengungkit kegagalan lawan yang sebelumnya sesumbar bisa melemahkan Iran dalam waktu singkat.