SURYA.CO.ID SURABAYA - Grab Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keamanan dan pemberdayaan Mitra Pengemudi perempuan melalui program Ngobrol Seputar Masalah Para Wiramudi (NGERUMPI) 2026.
Program berbasis komunitas ini menjadi ruang bagi para mitra perempuan untuk saling terhubung, belajar, dan mengembangkan kapasitas diri agar semakin percaya diri saat bekerja di lapangan.
NGERUMPI 2026 digelar di berbagai kota, antara lain Jakarta, Bandung, Bali, Malang, Sukabumi, dan Pontianak.
Melalui program ini, para Mitra Pengemudi perempuan mendapatkan beragam pembekalan yang relevan dengan kebutuhan mereka, mulai dari pelatihan perlindungan diri (self-defense), edukasi keselamatan berkendara, percakapan bahasa asing, hingga penguatan keterampilan personal.
Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang semakin besar dalam ekosistem Grab. Saat ini, lebih dari 189.000 Mitra Pengemudi perempuan telah bergabung bersama Grab di Asia Tenggara.
Baca juga: Grab Indonesia: Industri Ride-Hailing Sumbang Rp 382 Triliun ke PDB Nasional
“Di Grab, kami melihat Mitra Pengemudi perempuan bukan hanya sebagai bagian penting dari ekosistem kami, tetapi juga sebagai perempuan tangguh yang setiap hari berkontribusi di jalan dan di komunitasnya. Mulai dari perlindungan perjalanan, layanan bantuan 24 jam, hingga fitur Prioritaskan Penumpang Perempuan," kata Rivana, Senin (1/6/2026).
Menurut Rivana, pelatihan dalam NGERUMPI menjadi pelengkap berbagai fitur keamanan yang telah tersedia di aplikasi. Melalui kegiatan tersebut, para mitra diharapkan lebih siap menghadapi berbagai situasi saat bekerja.
Pada NGERUMPI 2026 yang mengusung tema "Jaga Diri di Jalan: Self-Defense untuk Perempuan Berkendara", peserta mendapatkan pelatihan langsung dari Dennis Laoh, Internationally Accredited Urban Self Protection Coach sekaligus pengajar di Gym Bela Diri Kida Dharmawangsa.
Materi yang diberikan mencakup teknik dasar perlindungan diri, cara menghadapi situasi darurat, meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, hingga langkah sederhana untuk melindungi diri saat menghadapi potensi ancaman di jalan.
Dennis menilai Mitra Pengemudi perempuan memiliki tantangan tersendiri karena intensitas interaksi yang tinggi dengan banyak orang serta kondisi lapangan yang terus berubah.
Baca juga: Luncurkan Grab untuk Indonesia, Grab Komitmen Rp100 Miliar untuk Perkuat Ekonomi Digital Inklusif
“Yang paling penting bukan soal melawan, melainkan bagaimana mengenali bahaya sejak dini dan keluar dari situasi itu dengan aman. Kami membekali teman-teman Mitra Pengemudi perempuan bukan hanya dengan teknik perlindungan diri dasar, tetapi juga keterampilan membangun kewaspadaan situasional,” terang Dennis.
Ia menekankan bahwa kemampuan membaca situasi, menjaga batas personal, serta merespons secara tenang dan tegas merupakan aspek penting dalam menjaga keselamatan saat bekerja.
Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya datang dari Putri Herawati, Mitra Pengemudi perempuan Grab yang mengikuti kegiatan NGERUMPI 2026.
Menurut Putri, materi yang diberikan sangat relevan dengan aktivitas sehari-harinya sebagai pengemudi yang banyak menghabiskan waktu di jalan.
"Karena membuat saya jadi lebih paham dalam mengenali situasi berbahaya dan cara meresponsnya dengan tenang. Kami diajari cara untuk tidak panik, lebih waspada dan tahu langkah apa yang bisa dilakukan. Pelatihan ini membuat saya merasa lebih percaya diri dan didukung sebagai perempuan yang bekerja di lapangan," komentar Putri.
Grab menjelaskan, NGERUMPI merupakan program pelatihan rutin yang dirancang khusus untuk Mitra Pengemudi perempuan di berbagai daerah Indonesia. Selain menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, program ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan membangun solidaritas antarmitra.
Melalui ruang yang aman dan inklusif tersebut, Grab berharap semakin banyak Mitra Pengemudi perempuan dapat bekerja dengan rasa aman, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, serta memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang bersama komunitasnya.