ini menjadi pembuktian bahwa layanan haji dapat dikelola dengan baik, aman, nyaman, dan akuntabel

Makkah (ANTARA) - Penyaluran dam oleh sekitar 135 ribu jamaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M melalui program resmi Adahi menjadi salah satu bukti nyata bahwa layanan haji dapat dikelola dengan baik, aman, dan akuntabel.

Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi M. Afief Mundzir menyampaikan bahwa proses penyembelihan hewan dam pada Hari Tarwiyah berlangsung sangat lancar dan memberikan kemudahan bagi jamaah haji Indonesia.

"Alhamdulillah, tahun ini jamaah haji kita bisa menyalurkan dam melalui saluran resmi yang ditetapkan otoritas Kerajaan Arab Saudi. Jumlahnya sangat besar dan ini menjadi pembuktian bahwa layanan haji dapat dikelola dengan baik, aman, nyaman, dan akuntabel," ujar Afief di Makkah, Senin.

Tingginya angka partisipasi jamaah haji Indonesia yang menunaikan dam melalui Adahi tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan terhadap mekanisme resmi yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi.

Direktur Bina Jamaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah itu menegaskan, penggunaan jalur resmi memberikan kepastian bahwa proses penyembelihan dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Jalur tersebut juga memastikan distribusi daging berlangsung secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia berharap tata kelola dam pada musim haji mendatang dapat semakin ditingkatkan sehingga aspek transparansi dan akuntabilitas terus terjaga.

Lebih lanjut, tata kelola yang baik itu juga membawa dampak positif bagi kemanusiaan. Daging hasil penyembelihan hewan dam milik jamaah haji Indonesia diprioritaskan untuk membantu masyarakat Palestina sebagai bentuk solidaritas.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Haji dan Umrah serta Wakil Menteri Haji dan Umrah.

"Sebagaimana tahun lalu, Adahi telah menyalurkan bantuan ke Palestina. Tahun ini, arahan dari Pak Menteri dan Pak Wamen sangat jelas, agar daging dam dari jamaah haji Indonesia dapat diprioritaskan untuk saudara-saudara kita di Palestina," ujar Afief.

Pengelola Adahi sebelumnya juga telah menyampaikan komitmen penyaluran tersebut secara langsung kepada rombongan media dan petugas haji Indonesia.

"Ini menjadi nilai tambah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi jamaah haji Indonesia, karena ibadah yang mereka tunaikan juga membawa manfaat bagi saudara-saudara yang membutuhkan," kata Afief.

Dengan jumlah partisipasi yang hampir mencapai 135 ribu jamaah haji, Indonesia kembali mencatatkan diri sebagai salah satu kontributor terbesar dalam program dam resmi Adahi pada penyelenggaraan haji tahun ini.

Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 195.326 jamaah haji Indonesia telah menyelesaikan kewajiban dam, dengan rincian 135.367 jamaah menunaikan dam melalui program Adahi, 53.506 jamaah melalui lembaga resmi Indonesia, dan 6.453 jamaah melalui puasa.