Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat

Jakarta (ANTARA) - Lapangan Jusuf Hamka, di Jalan Benyamin Suaeb, jadi titik lokasi pengungsian agar pendataan dan koordinasi bantuan kedaruratan bencana kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat lebih efektif.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menyatakan bahwa fasilitas pengungsian itu telah disiapkan dengan dukungan berbagai pihak.

"Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas," jelas Safrizal di Jakarta, Selasa dinihari.

Tiga tenda telah disiapkan dari Dinas Sosial DKI Jakarta, dan sejumlah mobil logistik lainnya dari PMI hingga BPBD telah tiba di lokasi.

Saat ini, pendataan sedang dilakukan secara mendalam, mencakup warga terdampak di dua RW, yakni RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03).

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA (kanan) bersama Wali Kota Jakarta Pusat Arifin meninjau distribusi bantuan kedaruratan bencana kebakaran di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) dinihari. ANTARA/Abdu Faisal

Safrizal menjelaskan bahwa data tersebut akan mencakup detail mengenai usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi.

Setelah situasi kedaruratan berakhir, pemerintah akan melakukan inventarisasi bangunan dan mendiskusikan langkah jangka panjang bagi warga. "Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman," pungkas Safrizal.

Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kampung Pasar Haji Ung, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam tersebut bermula sekitar pukul 20.55 WIB.

Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 165 personel untuk menjinakkan api yang diduga dipicu oleh korsleting listrik.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara memastikan bahwa sumber air di lokasi memadai.

"Alhamdulillah sumber air cukup," ujar Bayu.

Ia pun memastikan petugas sigap menolong warga yang membutuhkan bantuan medis.

"Memang ada beberapa warga masyarakat yang dibawa ke rumah sakit itu karena luka ringan dan sesak karena asap," kata Bayu.

Di tengah proses pemadaman, warga tampak hilir mudik mengevakuasi barang berharga ke area Lapangan Jusuf Hamka.

Salah satu warga sekaligus Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW04 Kebon Kosong, Supriatin, menceritakan kepanikan saat api mulai merambat ke area rumahnya.

"Saya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah," ungkap Supriatin.

Supriatin menambahkan bahwa istrinya sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal di lokasi kejadian. Meski demikian, ia telah memastikan seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang dalam kondisi selamat.

Berdasarkan data terkini di papan informasi, musibah ini diperkirakan mengakibatkan sekitar 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. Sementara proses pemadaman disertai pendinginan masih terus berlangsung hingga pukul 02.07 WIB.