Kami sedang menyiapkan dua unit tenda
Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat telah menerjunkan tim kesehatan serta armada ambulans ke lokasi kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, untuk membantu memberikan pertolongan pertama bagi warga terdampak.
Ketua PMI Jakarta Pusat, Asep Djuanda, saat ditemui di lokasi pengungsian Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, Selasa dinihari, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan dua unit ambulans ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan kebakaran.
Selain bantuan medis, PMI juga tengah menyiapkan bantuan tenda untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.
"Kami sedang menyiapkan dua unit tenda yang akan segera tiba untuk menampung para pengungsi," ujar Asep.
Terkait pemenuhan kebutuhan logistik, khususnya konsumsi warga di pengungsian, Asep mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.
Asep menjelaskan, PMI mengambil peran dalam distribusi bantuan pada malam hari, sementara Dinas Sosial menangani kebutuhan pada siang hari.
Mengenai penanganan trauma pascabencana, terutama bagi anak-anak, Asep menegaskan bahwa pihaknya memiliki prosedur khusus terkait evakuasi dan pemulihan (recovery). Namun, saat ini PMI masih memprioritaskan fase tanggap darurat.
"Terkait pemulihan trauma, kami memiliki prosedur untuk evakuasi dan recovery. Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan PMI provinsi dan fokus pada penanggulangan dalam tahap tanggap darurat," jelas Asep.
Hingga saat ini, tim PMI tetap bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi kesehatan warga dan mendukung upaya penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah daerah.
Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kampung Pasar Haji Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam tersebut bermula sekitar pukul 20.55 WIB.
Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 165 personel untuk menjinakkan api yang diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Berdasarkan data terkini di papan informasi, musibah ini diperkirakan mengakibatkan sekitar 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. Sementara proses pemadaman disertai pendinginan masih terus berlangsung hingga pukul 03.00 WIB.





