Kebakaran Hebat di Kemayoran, Enam Warga Sesak Napas Dilarikan ke Rumah Sakit
Acos Abdul Qodir June 02, 2026 04:19 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Enam orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden kebakaran hebat yang melanda wilayah Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung mengatakan enam orang itu menderita sesak napas akibat asap dari api yang membakar bangunan.

"Saat ini ada enam orang korban dalam hal ini yang sesak napas akibat asap yang tebal dan sudah dibawa untuk pertolongan ke Rumah Sakit Hermina Kemayoran," kata Reynold kepada wartawan, Senin.

Ia mengatakan sebanyak 200 personel tim gabungan kepolisian sudah dikerahkan untuk melakukan pengamanan hingga evakuasi di lokasi.

"Membantu evakuasi terhadap korban dalam hal ini yang terjadi kebakaran, membantu untuk mengamankan barang-barang yang bisa diselamatkan, dan tentunya memberikan pertolongan kepada para masyarakat yang membutuhkan," ucapnya.

Selain itu, petugas pemadam kebakaran (damkar) berserta relawan masih berjibaku memadamkan api yang masih menyala di beberapa titik.

"Saat ini dari lokasi masih terus melakukan pemadaman, namun sudah mulai berkurang dan berupaya dari petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan dan melakukan pendinginan di lokasi RW 04 Kebon Kosong Kemayoran," jelasnya.

Dugaan Awal Penyebab Api dari Ledakan Gas

Sebelumnya, Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat masih berjibaku memadamkan api yang menghanguskan pemukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, RT 02 RW 05, Kebon Kosong, Kemayoran, hingga Senin (1/6/2026) pukul 23.30 WIB.

Berdasarkan informasi terbaru di lapangan, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari salah satu warung makan di area tersebut.

Baca juga: Medi Panik Saat Narik Bajaj Dikabari Rumahnya Ikut Terbakar, Istri Sedang Hamil

Menurut keterangan sejumlah warga di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari sebuah warung makan.

Warga sempat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas sebelum kobaran api membubung tinggi.

"Tadi katanya dari warung makan, ada suara ledakan (diduga gas). Warga sini sebenarnya sudah sempat bantu siram pakai alat seadanya, tapi api cepat sekali merembet karena di sini banyak bangunan semi permanen," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Material bangunan yang mayoritas berbahan kayu dan triplek membuat upaya pemadaman mandiri oleh warga tidak membuahkan hasil hingga api akhirnya meluas ke rumah-rumah tinggal di sekitarnya.

Kendala Gang Sempit dan Warga Berkerumun

Data dari papan pantau tim Damkar Jakarta Pusat menunjukkan peningkatan kekuatan personel.

Sebanyak 35 unit mobil pemadam dengan total 106 personel kini dikerahkan ke titik api di sekitar Masjid Jami Al-Ihsan.

Selain petugas pemadam kebakaran, ada pula personel polisi dan warga yang turut membantu pemadaman Si Jago Merah.

Namun, upaya petugas menembus titik api mengalami kendala serius. Selain akses gang yang sempit, banyaknya warga yang berkerumun untuk menonton kejadian menghambat pergerakan armada dan petugas yang sedang membentangkan selang air.

Perwira Piket Damkar, Yuli Sahroni, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 23.30 WIB status kebakaran masih dalam "Situasi Merah".

Petugas masih berfokus melakukan lokalisir agar perambatan api tidak semakin meluas ke RW sebelah.

Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa meninggal dunia. Petugas medis dan ambulans telah bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi adanya warga atau petugas yang mengalami sesak napas akibat asap tebal di pemukiman padat tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.