Kebakaran Kemayoran: Posko Pengungsian Didirikan, 1.000 Nasi Kotak Disiapkan
Theresia Felisiani June 02, 2026 05:34 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah bergerak cepat menangani dampak akibat kebakaran hebat yang melanda permukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, memastikan titik pengungsian dan bantuan logistik bagi warga terdampak sudah mulai disiagakan sejak malam ini.

Untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal, petugas telah menetapkan lokasi pendirian tenda darurat.

Safrizal menyebutkan lokasi pengungsian dipusatkan di area yang tidak jauh dari titik kebakaran.

"Malam hari ini pun sedang disiapkan untuk lokasi dan juga tenda pengungsian yang disiapkan oleh jajaran Dinas Sosial, kemudian juga dari Baznas, ya, termasuk juga nanti PMI," ujar Safrizal saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Detik-detik Kebakaran di Kemayoran Meluas, Warga Berlarian Selamatkan Diri

Selain tempat berteduh, prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjamin kebutuhan pangan para pengungsi.

Petugas mulai menyusun jadwal pemberian bantuan makanan siap saji mulai malam ini hingga hari-hari berikutnya.

"Sedang disiapkan yang pertama tentunya berkaitan dengan perutnya, ya, konsumsi makanan sedang disiapkan malam hari ini. Dari Dinas Sosial sedang disiapkan untuk konsumsi makan malam," ungkap Safrizal.

Ia menambahkan jumlah bantuan pangan yang disiapkan cukup besar, mengingat banyaknya warga yang terdampak musibah ini.

"Kami juga sudah menyusun untuk natura besok pagi, siang, dan malam. Lebih kurang hampir 1.000 bungkus, 1.000 nasi kotak yang kami siapkan untuk warga," jelasnya.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Kemayoran Diduga Dipicu Ledakan Gas Warung Makan

Penyiapan posko pengungsian dan logistik ini merupakan hasil koordinasi antara Kemendagri dengan aparat kewilayahan, termasuk Wali Kota Jakarta Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Malam ini disiapkan seluruhnya yang berkaitan dengan tenda pengungsian agar mereka yang terdampak punya tempat sementara," pungkas Safrizal.

 

Diduga dari Ledakan Gas

Sebelumnya, Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat masih berjibaku memadamkan api yang menghanguskan pemukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, RT 02 RW 05, Kebon Kosong, Kemayoran, hingga dini hari.

Berdasarkan informasi di lapangan, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari salah satu warung makan di area tersebut.

Menurut keterangan sejumlah warga di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari sebuah rumah di bagian tengah permukiman.

Warga sempat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas sebelum kobaran api membubung tinggi.

"Ada suara ledakan (diduga gas). Warga sini sebenarnya sudah sempat bantu siram pakai alat seadanya, tapi api cepat sekali merembet karena di sini banyak bangunan semi permanen," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

KEBAKARAN KEMAYORAN – Pantauan udara memperlihatkan kobaran api yang membakar permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Petugas mengerahkan 33 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas ke bangunan sekitar.
KEBAKARAN KEMAYORAN – Pantauan udara memperlihatkan kobaran api yang membakar permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Petugas mengerahkan 33 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas ke bangunan sekitar. (Tangkapan layar media sosial)

Material bangunan yang mayoritas berbahan kayu dan triplek membuat upaya pemadaman mandiri oleh warga tidak membuahkan hasil hingga api akhirnya meluas ke rumah-rumah tinggal di sekitarnya.

Data dari papan pantau tim Damkar Jakarta Pusat menunjukkan peningkatan kekuatan personel.

Sebanyak 35 unit mobil pemadam dengan total 106 personel kini dikerahkan ke titik api di sekitar Masjid Jami Al-Ihsan.

Selain petugas pemadam kebakaran, ada pula personel polisi dan warga yang turut membantu pemadaman Si Jago Merah.

Namun, upaya petugas menembus titik api mengalami kendala serius. Selain akses gang yang sempit, banyaknya warga yang berkerumun untuk menonton kejadian menghambat pergerakan armada dan petugas yang sedang membentangkan selang air.

KEBAKARAN KEMAYORAN – Petugas Gulkarmat Jakarta Pusat dibantu warga berjibaku memadamkan kobaran api dalam kebakaran pemukiman padat di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Sebanyak 35 unit armada mobil pemadam dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah yang diduga dipicu oleh ledakan tabung gas dari salah satu warung makan.
KEBAKARAN KEMAYORAN – Petugas Gulkarmat Jakarta Pusat dibantu warga berjibaku memadamkan kobaran api dalam kebakaran pemukiman padat di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Sebanyak 35 unit armada mobil pemadam dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah yang diduga dipicu oleh ledakan tabung gas dari salah satu warung makan. (Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah)

Perwira Piket Damkar, Yuli Sahroni, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 23.30 WIB status kebakaran masih dalam "Situasi Merah".

Petugas masih berfokus melakukan lokalisir agar perambatan api tidak semakin meluas ke RW sebelah.

Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Petugas medis dan ambulans telah bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi adanya warga atau petugas yang mengalami sesak napas akibat asap tebal di pemukiman padat tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.