TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Evaluasi besar-besaran langsung melanda skuad Bali United FC pasca-menuntaskan kompetisi musim 2025/2026, hanya dalam hitungan hari setelah kompetisi berakhir, Serdadu Tridatu resmi kehilangan dua penyerang sayap berpengalaman sekaligus.
Setelah Muhammad Rahmat dipastikan hengkang, manajemen Bali United kembali mengejutkan publik dengan mengumumkan akhir kerja sama dengan sang legenda hidup yang telah bertahan selama 11 tahun di Pulau Dewata, Yabes Roni Malaifani.
Keputusan krusial ini dikonfirmasi langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Bali United FC, Yabes Tanuri, Minggu 31 Mei 2026 sore.
Manajemen sepakat untuk tidak memperpanjang masa bakti pemain asal Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut untuk musim depan.
Baca juga: Eksodus Duo Winger Bali United Setelah M. Rahmat, Giliran Legenda 11 Tahun Yabes Roni Resmi Pamit
Kepergian Yabes Roni menandai berakhirnya era romansa salah satu pemain paling setia yang membela Bali United sejak klub ini pertama kali didirikan dan bermigrasi ke Bali pada tahun 2015 silam.
"Kami dari manajemen menyampaikan kembali bila Bali United FC dengan Yabes Roni telah sepakat mengakhiri kerja sama untuk musim depan," kata Yabes Tanuri.
Manajemen mengucapkan terima kasih yang luar biasa untuk kontribusi Yabes Roni selama kurang lebih 11 tahun ini dengan persembahan 2 trofi Liga 1 untuk Bali United.
"Semoga Yabes Roni sukses untuk perjalanan karier berikutnya di tempat yang baru," ungkap Yabes Tanuri.
Selama berseragam merah putih hitam khas Serdadu Tridatu, mantan penggawa Timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri ini dikenal sebagai pemain multifungsi dan petarung yang militan.
Yabes Roni tercatat sukses mengoleksi 8.503 menit bermain dari 172 pertandingan di kompetisi resmi.
Mengawali karier murninya sebagai penyerang sayap kanan yang mengandalkan kecepatan, pemain berusia 31 tahun ini kerap bertransformasi menjadi striker utama, bahkan dalam beberapa musim terakhir kerap diplot sebagai bek sayap demi kebutuhan taktik tim.
Dari total penampilannya, ia menyumbang 9 gol dan 12 assist, serta menjadi saksi sejarah sekaligus aktor penting saat Bali United merengkuh gelar juara back to back Liga 1 pada musim 2019 dan 2021/2022.
Yabes Roni tidak mampu membendung rasa emosionalnya saat harus mengucapkan kalimat perpisahan dengan klub yang telah membesarkan namanya di kancah sepak bola profesional Indonesia.
Baginya, Bali United sudah jauh melampaui statusnya sebagai sebuah klub sepak bola biasa.
"Tahun 2015 hingga 2026 bukanlah waktu yang singkat dimana suka duka, jatuh bangun dan keberhasilan telah dilalui bersama," ujar Yabes Roni.
Menurutnya Bali United sudah seperti menjadi rumah kedua dengan kekeluargaan yang luar biasa.
"Terima kasih Pak Pieter, Pak Yabes, Pak Michael, ofisial dan rekan tim hingga suporter yang mendukung saya selama Bali United. Ini menjadi waktunya saya untuk pamit setelah kurang lebih 11 tahun perjalanan yang tak terlupakan di tempat ini," ucap dia.
"Perpisahan bukan akhir segalanya karena pengalaman selama ini menjadi bekal saya dan Bali United selalu di hati saya," imbuh Yabes Roni.
Sebelum pengumuman mengejutkan terkait Yabes Roni mencuat, manajemen Bali United terlebih dahulu merilis akhir kerja sama dengan penyerang sayap senior lainnya, M. Rahmat.
Pemain berjuluk "The Flash" karena kecepatan larinya yang impresif tersebut resmi menyudahi masa baktinya yang telah berjalan selama kurang lebih enam tahun di Bali.
Rahmat pertama kali mendarat di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada awal musim 2020 setelah memutuskan hengkang dari klub tanah kelahirannya, PSM Makassar.
Ironisnya, awal kedatangan Rahmat langsung diuji oleh situasi sulit pandemi Covid-19 yang menghentikan kompetisi domestik maupun Asia (AFC Cup) yang baru berjalan tiga pekan.
Rahmat dipaksa melewati masa-masa ketidakpastian kompetisi bersama Bali United sebelum akhirnya roda liga kembali berputar.
Kesabaran Rahmat berbuah manis pada musim 2021/2022.
Di bawah arahan tim pelatih yang kala itu dibesut Stefano Cugurra, pemain bernomor punggung 91 ini bertransformasi menjadi supersub yang sangat mematikan di babak kedua.
Kontribusi signifikannya membawa Bali United mencetak sejarah sepak bola modern Indonesia sebagai tim pertama yang mempertahankan gelar juara.
Pada musim emas tersebut, Serdadu Tridatu mengunci gelar juara dengan memuncaki klasemen akhir lewat torehan 75 poin, hasil dari 23 kemenangan, 5 kali kalah, dan 6 kali imbang.
Secara keseluruhan, Rahmat mencatatkan statistik yang cukup mengesankan dengan tampil dalam 47 pertandingan di semua ajang kompetisi, serta menyumbangkan 27 gol dan 10 assist.
CEO Bali United, Yabes Tanuri pun memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh mantan pemain Juku Eja tersebut selama membela panji Bali United.
"Kami dari manajemen secara resmi menyampaikan bila M. Rahmat telah sepakat mengakhiri kerja sama setelah kurang lebih 6 tahun berseragam Bali United." tuturnya.
"Terima kasih untuk perjuangan dan prestasi yang terukir bersama musim 2021/22 dan semoga perjalanan karier berikutnya dimudahkan dan menuju kesuksesan," imbuh Yabes Tanuri.
Senada dengan koleganya, Rahmat menyampaikan salam perpisahan yang elegan kepada seluruh jajaran keluarga besar Bali United yang telah menerimanya dengan hangat sejak musim 2020 lalu.
"Pada akhirnya saat ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Terlalu banyak kebahagiaan yang Bali United berikan untuk saya," ujarnya.
"Terima kasih untuk Bali United yaitu Pak Pieter, Pak Yabes, Pak Michael, teman-teman ofisial dan pemain serta para suporter yang selalu mendapat tempat di hati saya dan saya ijin pamit," pungkas Rahmat. (ian)
Sinyal Kuat Rombak Skuad
Kepergian mendadak M. Rahmat dan Yabes Roni menjadi sinyal kuat bahwa Bali United tengah melakukan perombakan skuat secara masif menyongsong musim baru di Super League 2026/2927.
Kehilangan dua pilar yang mempersembahkan gelar juara ini tentu meninggalkan lubang besar di sektor sayap, sekaligus memicu rasa penasaran suporter terkait profil barisan penyerang baru yang akan didatangkan manajemen untuk mengisi slot kosong yang ditinggalkan para juara tersebut. (ian)