Baru Terungkap Apa Keinginan William Thio Sebelum Tewas Kecelakaan Maut di Depan Korem Manado
Dewangga Ardhiananta June 02, 2026 10:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar duka datang dari William Thio.

Media sosial di Manado ramai belasungkawa atas kepergian William Thio.

William Thio meninggal dunia seusai alami kecelakaan maut di depan Komando Resor Militer (Korem) 131/Santiago, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin 1 Juni 2026 pagi.

Korban meninggal kecelakaan yang melibatkan 2 kendaraan sepeda motor.

Meninggalnya William Thio menjadi kehilangan besar bagi keluarga serta para sahabatnya.

Semua mencintai William.

Namun suratan takdir telah menentukan hidup William.

Erwin, Paman almarhum menuturkan, William sejak beberapa hari yang lalu ingin beroleh sepeda motor baru.

"Ia pun hubungi saya kemarin untuk katakan itu," katanya Senin (1/6/2026) di rumah duka beralamat di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua.

William bermaksud menjual sepeda motornya.

Ironisnya itulah sepeda motor yang ia pakai saat kecelakaan.

Meski berat, ia mengamini rencana Tuhan di balik semua peristiwa duka.

"Rencana Tuhan berbeda dengan rencana manusia," katanya 

William Thio Tinggalkan Air Mata Duka

Senin (1/6/2026) menjadi hari penuh air mata bagi siapapun yang mengenal William Thio.

Di hari tersebut, William meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di depan Komando Resor Militer (Korem) 131/Santiago, Kota Manado, Sulut.

Suasana duka sangat terasa di rumah duka beralamat Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulut.

TribunManado.co.id menyambangi rumah itu Senin sore.

Lorong menuju rumah duka dipenuhi kursi.

Pelayat mulai memenuhi deretan depan kursi plastik berwarna hijau itu.

Di depan ditaruh mimbar.

Di sisi kanan mimbar tertera ucapan turut belasungkawa dengan foto William yang tengah tersenyum.

Dari depan mimbar tampak peti jenazah almarhum di dalam rumah duka.

Banyak orang di dalamnya, tapi hening memenuhi seisi rumah.

Hening itu kadang pecah oleh tangis yang terdengar dari pelayat.

Ibu dari William tampak terpukul.

Beberapa kali ia jatuh pingsan.

Dia musti ditenangkan oleh pelayat.

Istri dari William dilanda kehilangan yang mendalam.

Matanya berkaca kaca.

Ia terlihat shock.

Juni ini mustinya ia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) perkawinan pertama dengan William.

Seseorang anggota keluarga memeluk anak William yang masih berusia 7 bulan.

Anak itu didekatkan di peti mati untuk menyaksikan sang ayah.

Pemandangan ini menerbitkan iba.

Banyak yang meneteskan air mata menyaksikan hal ini.

"Anak ini sangat baik dan suka bergaul, ia juga aktif di Gereja," kata seorang pelayat sambil menyeka air mata dengan jemari.

"Kami kehilangan," katanya.

Beberapa jam sebelumnya, tangis pecah dari para teman komunitas sepeda motor almarhum yang mengunjungi rumah duka.

Mereka terpukul menyaksikan sang sahabat terbaik terbujur kaku di peti jenazah.

Erwin paman William mengatakan, ia dan almarhum sempat saling telepon sehari sebelum peristiwa bahas itu.

"Waktu itu ia minta saran mau cari sepeda motor," katanya.

Rupanya William bermaksud menjual sepeda motornya.

Sepeda motor itulah yang dipakainya saat kecelakaan.

"Tapi itulah rencana Tuhan melebihi dari rencana manusia," katanya.

Dia menuturkan, sang ponakan menikah bulan Juni tahun lalu.

Pernikahan itu dikaruniai seorang anak yang masih balita.

"21 Juni ini adalah ulang tahun perkawinannya," katanya.

Kronologi kecelakaan William Thio

William Thio pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja Z250 meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di depan Korem 131/Santiago, Manado, Sulawesi Utara, Senin (1/6/2026).

Wiliam Thio mengalami luka berat akibat kecelakaan sehingga tewas di tempat kejadian.

Korban menabrak kendaraan Honda Beat nomor polisi DB 5681 RV yang dikemudikan oleh Anderson dan penumpangnya bernama Crisnaldi.

Kanit Lantas Polresta Manado Ipda Yamin Pilomonu mengatakan Wiliam menjelaskan kronologi berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga terjadi setelah sepeda motor yang dikendarai korban menabrak kendaraan Honda Beat berada di depannya.

Akibat benturan tersebut, kedua pengendara Honda Beat terjatuh dan mengalami luka-luka.

“Korban William dievakuasi ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia,” tutur Ipda Yamin.

Kata Kanit, pihaknya telah melakukan langkah-langkah kepolisian berupa pengamanan lokasi kejadian, pendataan korban, pemeriksaan saksi-saksi, serta koordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga korban.

“Saat ini peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Sementara itu, pengendara lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis. 

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan dalam berkendara, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan,” pungkasnya.

Korban diketahui bernama William Thio yang mengalami luka berat akibat kecelakaan sehingga meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Kanit Lantas Polresta Manado Ipda Yamin Pilomonu mengatakan Wiliam bertabrakan dengan motor Honda Beat nomor polisi DB 5681 RV.

Pengemudi Honda Beat bersama penumpangnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.

“Pengemudi Honda Beat bernama Anderson dan penumpangnya bernama Crisnaldi mengalami luka ringan,” tutur Yamin.

Yamin menjelaskan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan tim di lokasi kejadian.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa saksi di lokasi,” pungkasnya.

Ia mengimbau para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara guna menghindari terjadinya kecelakaan.

"Tetap berhati-hati dalam berkendara, utamakan keselamatan masing-masing,” pungkasnya.

(TribunManado.co.id/Art/Ferdi)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.