Profil Dino Patti Djalal yang Kritik Kunjungan Prabowo Subianto, Dijuluki Bapak Diaspora Indonesia
Dedy Qurniawan June 02, 2026 10:24 AM

BANGKAPOS.COM -- Inilah rekam jejak Dino Patti Djalal yang mengkritik Presiden RI Prabowo Subianto yang kerap berpergian ke luar negeri.

Dino Patti Djalal adalah mantan Wakil Menteri Luar Negeri yang juga dijuluki sebagai Bapak Diaspora Indonesia.

Ia disorot usai menyampaikan 5 saran kepada Presiden Prabowo Subianto yang sering ke luar negeri.
 
Menurut Dino Patti Djalal, Prabowo merupakan Presiden yang paling sering ke luar negeri.

Baca juga: Profil Kolonel Inf Didin Nasruddin, Komandan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Lulusan Akmil 2001

Kritikannya itu bahkan ini dijawab oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Lantas siapa sebenarnya Dino Patti Djalal?

Profil Dino Patti Djalal

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari dinopattidjalal.com, Dino Patti Djalal lahir di Belgrade, Yugoslavia, pada 10 September 1965.

Latar belakang keluarganya yang berprofesi sebagai diplomat membuat Dino menghabiskan masa kecil dan remajanya di berbagai negara mengikuti penugasan orang tuanya.

Ia pernah tinggal di sejumlah kota dan negara, mulai dari Jakarta, Yugoslavia, Guinea, Singapura, Washington DC, New York, Ottawa, hingga Vancouver.

Untuk pendidikan dasar, Dino mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah sebelum melanjutkan ke SMP Al-Azhar.

Saat memasuki jenjang pendidikan menengah atas, ia melanjutkan sekolah di McLean, Virginia, Amerika Serikat.

Usai menamatkan SMA, Dino mengambil studi Ilmu Politik di Universitas Carleton yang berlokasi di Ottawa, Kanada, dan meraih gelar sarjana.

Pendidikan tingginya kemudian berlanjut di Universitas Simon Fraser, Vancouver, Kanada, tempat ia memperoleh gelar Magister Ilmu Politik.

Sementara itu, gelar doktor di bidang Hubungan Internasional diraih dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris.

Karier profesionalnya di dunia diplomasi dimulai pada 1987 ketika bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, Dino pernah mendapatkan penugasan di sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk London, Dili, dan Washington DC.

Pengalamannya yang panjang di bidang diplomasi mengantarkannya ke berbagai posisi strategis, hingga pada 2014 dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

Perjalanan Karier

  • Bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia (1987),
  • Jadi Juru bicara Pemerintah Indonesia dalam referendum PBB di Timor Timur (1999),
  • Diangkat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara (2004),
  • Dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden untuk Urusan Internasional (2004-2010),
  • Jadi duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2010-2013),
  • Menerima Bintang Jasa Utama (2010),
  • Menerima Bintang Mahaputra Adipradana (2014),
  • Memenangkan penghargaan bergengsi “Marketeer of the Year” (2013),
  • Bergabung dalam konvensi partai yang berkuasa saat itu, Partai Demokrat, untuk memilih calon Presiden. Dino berkampanye sebagai calon independen dan bukan anggota partai Partai Demokrat (2014),
  • Diangkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Juni 2014 - pertengahan 2015),
  • Mendirikan Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI) (2015),
  • Menerima Penghargaan Antarbudaya untuk Inovasi dari Austria (2017),
  • Dino menjadi ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) (2018),
  • Dino bergabung dengan program talk show di Mola TV, di mana ia mewawancarai aktor Robert
  • De Niro, sutradara Spike Lee, John Travolta, Sylvester Stallone, Richard Gere, Mel Gibson, Kurt Russell, Susan Sarandon, Ron Howard, Francis Ford Coppola, dan Dana White (2020).

Total sudah 40 tahun, Dino berpengalaman dalam dunia diplomasi luar negeri.

Informasi tambahan, ia menikah dengan dokter gigi bernama Rosa Rai Djalal.

Keduanya dikaruniai 3 anak, Alexa, Keanu, dan Chloe. 

Melansir stekom.ac.id Dino lahir dari pasangan Hasyim Djalal dan Jurni, di mana sang ayah adalah seorang diplomat Indonesia ternama.

Orang tuanya berasal dari Ampek Angkek, Agam, Sumatra Barat, mengutip Wikipedia.

Dikenal Sebagai Bapak Diaspora Indonesia

Dino juga dikenal luas sebagai bapak Diaspora Indonesia, mengingat perannya dalam meluncurkan Kongres Diaspora Indonesia Sedunia yang pertama di Los Angeles pada tahun 2012.

Ia juga sebagai pencetus istilah “diaspora Indonesia” serta pencetus Jaringan Diaspora Indonesia ( IDN) di seluruh dunia.

Dino adalah Pemegang Rekor Dunia Guinness untuk ansambel angklung terbesar yang ia selenggarakan pada tahun 2011 di Monumen Nasional di Washington DC. Dengan lebih dari 375.000 pengikut, Dr. Dino dijuluki sebagai “duta Twitter”.

(Bangkapos.com/Tribunnews/Tribun Jakarta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.