4 Fakta Mayat Pria Basirih Banjarmasin Tewas Ditikam, Semula Diduga Korban Kecelakaan Lalu Lintas
M.Risman Noor June 02, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Geger semula diduga korban kecelakaan lalu lintas, ternyata jenazah di Basirih Banjarmasin merupakan korban pembacokan.

Sejumlah fakta terungkap sehingga akhirnya pelaku berhasil diamankan polisi.

Korban ditemukan warga tergeletak bersama sepeda motornya sisi Jalan Rajawali Raya, Basirih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Senin (1/6/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Sejumlah luka bacok didapati di leher korban hingga jasadnya dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Baca juga: Pria Ditemukan Tergeletak Bersama Motornya di Jalan Rajawali Raya Banjarmasin, Korban Pembunuhan

Baca juga: Pengantin di Amuntai HSU Diarak Menggunakan Jamban ke Rumah Mempelai Wanita, Disambut Gelak Tawa

1. Semula Diduga Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Seorang pria ditemukan tergeletak bersama sepeda motornya di sisi Jalan Rajawali Raya, Basirih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Senin (1/6/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Ia tergeletak tepat di samping tiang listrik dengan kondisi tubuh berlumuran darah dari bagian kepala hingga dada.

Unit BPK Gameryuka kemudian tiba di lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Pria tersebut kemudian dibawa ke IGD RSUD Ulin Banjarmasin, namun dinyatakan meninggal dunia. 

“Kami sempat antar ke IGD, sekalinya diperiksa sudah tidak ada lagi (meninggal maksudnya)” ujar Abah Gapuri, Ketua BPK Gameryuka.

Kronologi kejadian masih belum diketahui, sementara jasad kemudian dipindahkan ke Ruang Jenazah RS Ulin Banjarmasin.

“Dinyatakan meninggal dunia, tapi kada tahu apakah laka atau apa kronologinya,” ucap Amat Nur, relawan yang berada di Kamar Jenazah RS Ulin

Adapun Identitas pria tersebut diketahui bernama Hendra (27), warga Basirih. Pihak keluarga kini telah berada di IGD RS Ulin untuk mendampingi proses lebih lanjut.

Baca juga: Sertijab di Lingkungan Polres Tanahlaut, Lima Perwira Berganti Termasuk Kapolsek Pelaihari

2. Luka Tusuk di Leher

Penyebab tewasnya pemuda bernama Hendra (27) yang jasadnya ditemukan di tepi Jalan Rajawali Raya Basirih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Senin sore (1/6/2026) masih misteri.

Penyebab kematian korban yang ditemukan di samping kendaraannya dan dalam kondisi berlumur darah ini masih penyidikan pihak kepolisian.

Namun diduga ada luka tusuk di sisi kanan leher korban. Hingga kini jasad kemudian dibawa ke ruang jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, setelah sebelumnya sempat ditangani relawan dan dibawa ke IGD RSUD Ulin.

Pihak kepolisian dari Polsek Banjarmasin Selatan bersama Polresta Banjarmasin kemudian tiba untuk menindaklanjuti laporan relawan terkait adanya luka tusuk pada pengendara yang semula sempat diduga mengalami kecelakaan lalu lintas.  

“Awalnya kami kada tahu jua ada luka. Karena posisi tergeletak di samping tiang listrik, motornya juga tetungging, darah penuh dari muka ke bawah kada ketahuan am ada luka,” jelas Abah Gapuri, Ketua BPK Gameryuka yang turut membawa Hendra.  

Disebutkan pula bahwa saat di perjalanan menuju rumah sakit, seorang anggota Gameryuka sempat melihat adanya luka di leher Hendra. Meski demikian, mereka tetap berupaya membawanya ke IGD. 

“Kami mengiranya masih ada (masih hidup maksudnya). Saat dibawa ada satu anggota melihat luka di gulu (leher) tapi kami upayakan bawa ke IGD. Karena awal kami mengira masih ada nafas begitu,” ujar Abah Gapuri.  

Dari IGD, jasad kemudian dipindahkan ke ruang jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. Petugas kepolisian kini melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian. Sedang pihak keluarga telah berada di ruang jenazah RSUD Ulin

“Dapat info dari buhan relawan, kami memastikan ke sini. Benar anak Ulun itu, warga Basirih, Ulun Abahnya,” ucap Herman, ayah Hendra.

Baca juga: ART Muda Alami Pelecehan di Rumah Bupati, Kini Diselesaikan Secara Adat, Korban Diberi Sapi dan Uang

3. Ditangani Polsek Banjarmasin Selatan

Kasus seorang pengendara motor yang ditemukan terkapar di tepi Jalan Rajawali Raya, Basirih, Senin sore (1/6/2026), masih menjadi perhatian aparat kepolisian.

Pihak Polsek Banjarmasin Selatan,Poltabes Banjarmasin saat ini masih melakukan penyelidikan penyebab kematian korban

Diketahui, pengendara tewas tersebut bernama Hendra (27), warga Basirih, yang ditemukan tergeletak berlumuran darah tak jauh dari motornya.

Relawan yang mengevakuasi sempat menduga Hendra masih bernafas. Namun, saat jasad dibawa ke IGD RS Ulin Banjarmasin, Hendra telah dinyatakan meninggal.

Jasad kemudian dipindahkan ke ruang jenazah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Adapun hasil visum luar ditemukan luka seperti bekas tusukan di leher pada sisi kanan.

Sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Banjarmasin Selatan dan Polresta Banjarmasin juga turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan awal. 

Jasad Hendra selanjutnya diantar ke rumah duka di Jalan Tembus Mantuil, Kelurahan Basirih Selatan, Banjarmasin Selatan.

Pihak kepolisian menegaskan kasus ini masih dalam proses penanganan.  

"Masih kami proses," jawab singkat Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, AKP Joko Sulistiyo Sriyono.

4. Pelaku Akhirnya Ditangkap

Kasus seorang pengendara motor yang ditemukan terkapar di tepi Jalan Rajawali Raya, Basirih Selatan, Senin sore (1/6/2026), akhirnya terungkap.

Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan dengan dukungan Opsnal Macan Kalsel, Resmob Kalsel, dan Macan Resta Banjarmasin berhasil mengamankan pelaku yang diduga melakukan pembunuhan terhadap korban.  

Korban diketahui bernama Hendra, seorang anak buah kapal asal Basirih.

Sebelumnya korban sempat diduga mengalami kecelakaan, namun luka seperti bekas tusuk di leher memunculkan dugaan lain.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSUD Ulin Banjarmasin, kematian korban dipastikan bukan akibat kecelakaan lalu lintas, selain luka di leher terpadat pula luka iris di dada.

Adapun pelaku yang berhasil ditangkap adalah M. Aini alias Amat bin Murjani (52), seorang buruh harian lepas warga Teluk Tiram Darat, Banjarmasin Barat.

Ia diamankan pada hari yang sama sekitar pukul 18.30 Wita di bawah Jembatan Basirih.  

Barang bukti yang disita antara lain satu bilah aluminium sepanjang 35 cm, sepeda motor korban, pakaian milik korban dan pelaku, serta sejumlah botol minuman keras.  

Dari hasil penyelidikan, insiden pembunuhan berawal dari pesta minuman keras yang diikuti korban, pelaku, dan empat rekannya. 

"Setelah selesai pesta miras korban meminta pelaku untuk menemaninya pulang ke rumahnya, diperjalanan pelaku terlibat cekcok dengan korban karena korban mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan, " ucap Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, AKP Joko Sulistiyo Sriyono.

Diungkapkan Joko, saat melintasi Jalan Rajawali sepeda motor yang dikendarai korban dan pelaku jatuh.

"Saat itu korban dalam posisi tengkurap, melihat korban dalam posisi tengkurap pelaku yang saat itu dalam keadaan emosi membalikan badan korban dan mengambil 1 (satu) bilah aluminium dengan panjang sekitar 35 cm yang ada didekat pelaku. Pelaku langsung menusukkan besi yang dipegangnya menggunakan tangan sebelah kanan pelaku tersebut ke arah leher bagian sebelah kanan sebanyak  satu kali," ungkap Kanit.

(Banjarmasinpost.co.id/saifulrahman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.