TRIBUN-SULBAR.COM- Timnas Prancis menjadi tim favorit di Grup I Piala Dunia 2026.
Grup ini menghadirkan persaingan menarik dari beberapa tim yakni Senegal, Norwegia, dan Irak.
Namun di atas kertas Prancis adalah tim andalan untuk melaju sebagai juara grup.
Baca juga: Sarang Tawon Vespa Seukuran Bola Ancam Keselamatan Anak TK, Damkar Pasangkayu Evakuasi
Baca juga: Sambut Piala Dunia 2026, Warga Mulai Pasang Bendera Negara Jagoannya di Polman
Tetapi di sisi lain, perjalanan Les Bleus dipastikan tidak akan mudah.
Senegal dan Norwegia memiliki kualitas yang cukup untuk memberikan perlawanan sengit dalam perebutan tiket ke fase gugur.
Sementara itu, Irak berpotensi menjadi kuda hitam yang bisa mengacaukan peta persaingan.
Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu kandidat kuat juara.
Sejak menjuarai Piala Dunia 1998, Les Bleus telah empat kali mencapai partai final, yakni pada 1998, 2006, 2018, dan 2022.
Tim asuhan Didier Deschamps juga berpeluang mencatat sejarah sebagai tim ketiga yang mampu menembus final dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun setelah Jerman Barat dan Brasil.
Pengalaman Deschamps menjadi nilai tambah tersendiri.
Ia merupakan salah satu dari sedikit sosok yang pernah memenangkan Piala Dunia baik sebagai pemain maupun pelatih.
Dengan kedalaman skuad yang dipenuhi pemain kelas dunia, Prancis tetap menjadi tim yang paling difavoritkan untuk finis di posisi teratas Grup I.
Hal itu dapat dilihat dari nilai skuad Prancis yang mencapai Rp25,6 triliun, dikutip dari Transfermarkt.
Angka tersebut berbanding jauh dengan Senegal (Rp8,1 triliun), Norwegia (Rp10,4 triiun) dan Irak (Rp415 miliar).
Salah satu pengamat dari Spieltag Indonesia, Adrian juga mengatakan bahwa Prancis menjadi favorit.
"Yang paling berat menurut saya Grup I," buka Adrian di podcast Tribunnews.
"Prancis kita tahu di dua Piala Dunia sebelumnya, performanya selalu sampai final, satu juara satu kalah dari Argentina."
"Jadi Prancis jadi favorit, namun (wajib waspada) karena ketemunya Senegal yang menjuarai Piala Afrika dan Norwegia dengan generasi emasnya."
Meski berstatus bukan unggulan utama, Senegal memiliki pengalaman dan kualitas yang cukup untuk memberikan ancaman serius.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan keempat mereka di ajang ini setelah tampil pada 2002, 2018, dan 2022.
Prestasi terbaik Senegal terjadi pada debut mereka di tahun 2002 ketika secara mengejutkan mampu melaju hingga babak perempat final.
Keikutsertaan tahun ini juga menjadi Piala Dunia ketiga secara beruntun bagi Senegal, menyamai rekor penampilan aktif terpanjang negara-negara Afrika bersama Morocco dan Tunisia.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda seperti Sadio Mane dan Nicolas Jackson, Senegal berpotensi menjadi pesaing utama Prancis dalam perebutan posisi dua besar grup.
Norwegia akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen sejak edisi 1998.
Ini akan menjadi penampilan keempat mereka sepanjang sejarah, dengan pencapaian terbaik terjadi pada Piala Dunia 1998 saat berhasil menembus babak 16 besar sebelum disingkirkan Italia.
Kembalinya Norwegia tidak lepas dari performa luar biasa striker andalan mereka, Erling Haaland.
Penyerang tersebut tampil fenomenal selama fase kualifikasi dengan mencetak 16 gol dalam delapan pertandingan.
Jumlah itu dua kali lebih banyak dibandingkan pemain Eropa lainnya di kualifikasi.
Jika Haaland mampu mempertahankan ketajamannya, Norwegia berpeluang besar menjadi penantang serius bagi Prancis dan Senegal.
Irak Siap Berperan Sebagai Kuda Hitam
Di atas kertas, Irak menjadi tim yang paling tidak diunggulkan di Grup I.
Namun, status tersebut justru bisa menjadi keuntungan bagi mereka karena dapat bermain tanpa tekanan besar.
Irak berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 melalui jalur playoff dan datang dengan motivasi tinggi untuk menciptakan kejutan.
Meski kualitas skuad mereka masih berada di bawah tiga rival lainnya, Irak berpotensi menjadi pengganggu yang dapat memengaruhi persaingan grup melalui hasil-hasil tak terduga.
Secara kualitas dan pengalaman, Prancis masih menjadi favorit utama untuk finis sebagai juara grup.
Namun persaingan memperebutkan satu tiket otomatis lainnya diprediksi berlangsung ketat antara Senegal dan Norwegia.
Kehadiran Haaland membuat Norwegia memiliki senjata yang bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja, sementara Senegal menawarkan keseimbangan tim yang lebih matang dan pengalaman yang lebih banyak di level Piala Dunia.(*)