Adab Menyambut Umat Muslim Datang Berhaji, Buya Yahya Beberkan Soal Panggilan Pak Haji
M.Risman Noor June 02, 2026 10:48 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Buya Yahya mengingatkan adab menyambut umat muslim yang baru datang berhaji.

Penceramah kondang tanah air juga mengungkapkan mengenai panggilan pak haji bagi orang baru pulang berhaji.

Simak ringkasan ceramah Buya Yahya mengenai adab yang semestinya dilakukan umat muslim kala saudaranya datang menunaikan rukun Islam kelima.

Adanya sikap senang dan turut gembira atas ibadah haji seseorang, dikatakan Buya Yahya hal tersebut pertanda akan segera bisa menyusul ke Baitullah.

Sebaliknya jika ada orang yang marah atau tidak senang melihat saudara muslim lainnya berhaji, Buya Yahya mengatakan orang tersebut akan sulit menunaikan ibadah haji dan umroh.

Baca juga: Sertijab di Lingkungan Polres Tanahlaut, Lima Perwira Berganti Termasuk Kapolres Pelaihari

Baca juga: Rapat Paripurna Hari Jadi ke-76, Bupati Kotabaru Ajak Teguhkan Komitmen Berkarya

Ibadah haji termasuk dalam rukun Islam kelima, hukumnya wajib bagi setiap umat muslim yang mampu.

Haji dilaksanakan setahun sekali setiap bulan haji yakni bulan Zulhijjah yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan ibadah kurban.

Buya Yahya menerangkan adab menyambut orang yang pulang dari tanah suci menjalankan ibadah haji di antaranya memberikan kesan senang dan menghormati kedatangan orang tersebut.

"Turut gembira atau senang dengan adanya orang yang berhaji maka itu bisa jadi pertanda Anda akan segera menyusul, namun ada orang yang sebaliknya marah-marah atau merasa dengki ketika melihat orang lain berhaji, maka dia tidak akan bisa haji, kalaupun bisa umroh dan haji bisa jadi bukan karena Allah melainkan hanya ingin mendapatkan titel," papar Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Tradisi di Indonesia yang telah menjadi kebiasaan adalah ketika ada umat muslim yang pulang dari ibadah haji maka dipanggil Pak Haji atau Bu Haji.

Bagi yang ingin memanggil dengan gelar haji, Buya Yahya mengatakan sah-sah saja untuk menghormati yang bersangkutan sesuai dengan kebiasaan yang ada di Tanah Air.

"Tapi kalau Anda pulang haji lalu orang lain tidak memanggil Anda dengan gelar haji, ya santai saja. Jangan merasa sudah berhaji lalu wajib di panggil Pak Haji," kata Buya Yahya.

Bahkan bisa jadi Buya Yahya berkelakar kertas undangan yang tidak menuliskan gelar haji disobek, merasa jengkel karena sudah mengeluarkan biaya mahal untuk berangkat namun tidak dipanggil haji.

Hal ini seolah-olah orang yang beribadah haji harus bergelar haji jika sudah kembali ke rumah, ini adalah pemahaman yang keliru.

"Akan tetapi begitulah setan menggoda kita, melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu dan dipanggil Allah lalu merasa hebat," ujar Buya Yahya.

Sehingga ketika orang lain tidak menyebut Anda yang sudah berhaji dengan gelar haji maka sebaiknya disikapi dengan tenang, jangan gelisah atau marah dan seharusnya bersikap biasa saja.

Kemudian bagi Anda yang memiliki tetangga sepulang dari ibadah haji, tidak ada salahnya jika memanggil orang tersebut dengan sebutan haji.

"Jadi yang harus dilakukan adalah menjaga perasaan dan hati masing-masing orang agar tidak tersakiti atau tersinggung dengan perbuatana atau ucapan kita," imbau Buya Yahya.

 Dikutip dari Tribun Jatim, Doa Ketika Pulang Haji atau Umroh adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سَـيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَابِهَاحَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةَ قَبْرِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Latin:

Bismilla hirrahmaa nirrahiim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin. Allahumma sholli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidina muhammadin sholatan tuballighuna bihaa hajja baitikal haraami waziyarata qabri nabiyyika muhammadin shallallahu alaihi wa sallam.

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji bagiNya, Tuhan semesta alam. Ya Allah limpahkanlah shalawat, salam serta berkah kepada junjungan kami nabi Muhammad, melalui shalawat itu dapat menyampaikan kami untuk berhaji ke baitil haram dan ziarah ke makam nabi Muhammad SAW.”

Baca juga: Pasca Iduladha Harga Bawang Merah di Banjarbaru Alami Kenaikan, Capai Rp 50 Ribu Per Kilo

Jadwal Jemaah Haji Kalsel Balik ke Banua


Setelah menuntaskan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Banjarmasin bersiap kembali ke Tanah Air.

Sembari mempersiapkan kepulangan, jemaah mulai menuntaskan tawaf ifadah di Masjidil Haram.

Ketua Kloter 1 Syamsuri mengatakan seluruh jemaah telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah usai menyelesaikan nafar tsani di Mina.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah yang berjumlah 359 orang dalam keadaan sehat dan tidak ada yang menjalani perawatan di rumah sakit. Sebagian memang flu dan batuk ringan, tetapi secara umum kondisi mereka baik,” terangnya melalui sambungan telepon.

Menurut Syamsuri, pelaksanaan tawaf ifadah dilakukan secara bertahap untuk menghindari kepadatan jemaah di Masjidil Haram. Hingga Sabtu (30/5), sekitar 30 persen jemaah melaksanakannya secara mandiri.

Langkah tersebut dilakukan karena layanan bus shalawat yang menghubungkan hotel dengan Masjidil Haram baru kembali beroperasi pada Minggu (31/5)  dini hari aktu Arab Saudi (WAS).

“Tawaf ifadah menjadi fokus jemaah sebelum memasuki tahap persiapan pulang,” katanya.

Selain menyelesaikan rukun dan wajib haji yang tersisa, jemaah mulai mempersiapkan barang bawaan. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjadwalkan penimbangan koper pada Senin (1/6/2026).

Sesuai jadwal, Kloter  1 yang diisi jemaah asal Banjarmasin bergerak dari Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Selasa (2/6) malam.

Selanjutnya, rombongan diterbangkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA-8401 pada Rabu (3/6) pukul 08.55 WAS.

Jemaah dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, pada Kamis (4/6) pukul 03.15 Wita.

Baca juga: Diskominfo Kalsel Gelar Public Communication Summit 2026, Hadirkan Narasumber Berkompeten

Sementara itu suasana duka menyelimuti Kloter 11 di Mina. Anggota jemaah asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Abu Yazid Bustami bin Masdar Mahdi, meninggal dunia pada Jumat (29/5) pukul 20.56 WAS.

Tak lama setelah menerima kabar meninggalnya warga Jalan Patmaraga, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah berusia 52 tahun itu, anggota Kloter 11 dan petugas berkumpul di tenda untuk melaksanakan pembacaan Surah Yasin, tahlil dan doa bagi almarhum.

Ketua Kloter 11 Asdiansyah menjelaskan Abu sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Mina pada Jumat sekitar pukul 06.00 WAS. “Kondisinya membaik dan diperbolehkan kembali ke tenda pukul 15.53 WAS,” jelasnya.

Namun sekitar pukul 19.45 WAS, kondisinya kembali turun termasuk kesadaran. Petugas kloter segera meminta bantuan tim medis Arab Saudi dan merujuknya ke Rumah Sakit Mina sekitar pukul 20.00 WAS.

Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin Eddy Khairani menyampaikan belasungkawa atas wafatnya H Abu. “Atas nama keluarga besar Kanwil Kemenhaj Provinsi Kalimantan Selatan dan PPIH Embarkasi Haji Banjarmasin, kami menyampaikan duka yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah,” kata Kakanwil Kemenhaj Kalsel tersebut.

Dengan wafatnya Abu, jemaah Embarkasi Banjarmasin yang meninggal dunia di Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi tiga orang.

Kepala Kemenhaj HSU H Hapizi menyampaikan Abu berangkat ke Tanah Suci bersama istri.

“Kami sudah melaporkan meninggalnya anggota jemaah HSU kepada bupati. Anggota keluarga juga telah mengetahui karena beliau berangkat bersama istri. Kami mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya beliau yang dikenal sebagai pribadi yang ramah dan memiliki semangat ibadah yang tinggi,” ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki/reni kurniawati)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.