TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Semarang akan dibuka mulai 8 Juni 2026.
Mulai tahun ini, ada penambahan satu jalur SMPB untuk SMP yaitu jalur prestasi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Muhammad Ahsan mengatakan, regulasi, sistem daring, serta data pendukung SPMB telah siap.
Saat ini, pihaknya menyelesaikan bimbingan teknis (bimtek) bagi para operator sebelum jadwal resmi SPMB diumumkan kepada masyarakat.
"Ini kami menyelesaikan dulu untuk Bimtek, operatornya."
"(Jadwal pelaksanaan SPBM) kan kalau (tingkat) provinsi tanggal 3 sudah mulai. Kalau kota masih tanggal 8 nanti."
"Jadi, nanti setelah bimtek, kami sosialisasi kepada masyarakat," kata Ahsan, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Pemkot Semarang Gandeng ASITA Siapkan Heritage Tour Wisata Religi
Menurut Ahsan, data terakhir yang masih ditunggu adalah hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jalur prestasi SMP yang telah dirilis pemerintah pusat dan akan segera dimasukkan ke dalam sistem.
"Intinya, semua data-data yang diperlukan untuk SPMB itu serta platform, website, SPMB sudah siap semuanya," ujarnya.
Disdik juga menyelesaikan tahap pra-SPMB untuk jalur afirmasi anak berkebutuhan khusus (ABK), baik yang akan masuk SD maupun SMP.
"Dan sudah kami isikan sehingga tinggal penempatan," katanya.
Terkait jalur penerimaan, Ahsan menjelaskan, terdapat tiga jalur untuk TK dan SD, yakni domisili, afirmasi, dan mutasi.
"Kalau untuk SMP, ada empat jalur, jadi tiga jalur di TK dan SD tadi tambah satu jalur prestasi," ujarnya.
Adapun kuota minimal yang disiapkan untuk jenjang TK dan SD meliputi jalur domisili sebesar 70 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi 5 persen.
"Masih ada sisa 5 persen itu nanti bisa bergerak untuk memenuhi kuota di domisili maupun kuota afirmasi," jelasnya.
Disdik Kota Semarang juga menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kendala yang pernah muncul pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
Di antaranya, berkaitan dengan pendaftaran calon murid dari luar Kota Semarang.
Baca juga: KPK Awasi Penyelenggaraan SPMB, Begini Tanggapan Disdik Kota Semarang
Ahsan menyebut, berkaca SPMB tahun lalu, banyak warga luar daerah yang bekerja dan tinggal di Kota Semarang mengalami kesulitan mendaftarkan anaknya ke SD negeri karena keterbatasan akses dalam sistem.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjut dia, pada SPMB 2026 akses bagi kelompok tersebut akan dibuka.
"Nah, kali ini kita beri akses sehingga itu nanti bisa memberikan ruang kepada warga luar Kota Semarang untuk tidak mengalami kesulitan ketika melakukan pendaftaran," ujar Ahsan.
Selain itu, ia juga menyebut, layanan bantuan dan pengaduan akan diintegrasikan dalam sistem daring agar lebih mudah diakses masyarakat selama proses pendaftaran berlangsung.
"Jadi, intinya, semua kanal, baik kanal untuk bantuan kesulitan pendaftaran maupun kanal aduan itu kami buat lebih mudah sehingga masyarakat nanti bisa mengakses dengan mudah," imbuhnya. (*)