Grid.ID – Di tengah kebakaran hebat yang melanda warga Kemayoran Gempol, Senin (1/6/2026) malam, sosok Siti Khotijah (51) mencuri perhatian. Saat ratusan orang berlarian menyelamatkan diri, Siti justru memilih melawan si jago merah demi melindungi hunian yang telah ia tempati selama 31 tahun.
Siti menceritakan, saat api mulai merembet dari RW 04 ke arah rumahnya di RW 05 sekitar pukul 21.30 WIB, ia tidak langsung menyerah. Meski angin bertiup kencang dan suhu udara mulai memanas, Siti terus berusaha memadamkan bara-bara api yang menjilat tumpukan kain di dalam rumahnya.
Sambil menghalau api dengan air seadanya, fokus Siti terbelah. Ia harus memastikan ijazah dan raport ketiga anaknya aman, sembari mencari sembilan kucing peliharaannya yang terjebak di tengah kepulan asap.
"Saya mondar-mandir angkat air, nyalain pompa. Pokoknya gimana caranya api nggak
makin gede. Saya juga nyariin kucing-kucing, kasihan mereka di dalam semua,"
kenang Siti dengan wajah lelah, Selasa (2/6/2026).
"Wanita tangguh ini," ujar seorang salah satu warga di lokasi pengungsian sambil menunjuk Siti.
"Dia menghadapi api sendiri. Saya sendiri sedang sakit saraf terjepit, nggak bisa bantu banyak, tapi dia mondar-mandir ngangkatin air pakai baskom buat madamin bara di dalam rumahnya," sambungnya
Namun, kekuatan seorang manusia ada batasnya. Setelah berjibaku selama hampir 7 jam hingga Selasa dini hari, rumah yang ia huni sejak 1995 itu akhirnya tak kuasa diselamatkan. Bangunan semipermanen miliknya kini hanya menyisakan arang dan puing-puing kayu yang menghitam.
Yang menyedihkan, Siti juga kehilangan sarana untuk mencari nafkah. Dua mesin jahit dan sebuah mesin obras yang ia pinjam untuk bekerja, ikut ludes terpanggang api.
"Nggak tahu lagi kerugiannya berapa. Rumah habis, mesin jahit pinjaman juga jadi abu. Sekarang benar-benar cuma sisa baju di badan saja," tuturnya.
Kasih sayang Siti sebagai wanita tangguh juga terpancar dari perhatiannya pada hewan peliharaan. Dari sembilan kucingnya, tujuh berhasil ditemukan selamat, meski salah satunya mengalami luka melepuh di bagian kaki.
Kini, di tenda pengungsian bersama 620 jiwa lainnya, Siti masih harus berjuang. Kali ini bukan melawan api, melainkan bertahan hidup dengan keterbatasan bantuan.
"Makanan alhamdulillah sudah ada dari tadi pagi. Tapi kami yang perempuan ini butuh pakaian dalam, pembalut, dan perlengkapan sekolah buat anak-anak. Tas, sepatu, seragam sekolah anak saya habis semua, padahal mau masuk SMA," pungkasnya.
Sebagai informasi, kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Kemayoran Gempol (dekat Pasar Jiung), Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam.
Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 20.55 WIB dan baru berhasil dipadamkan total pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 04.15 WIB setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama kurang lebih 7 jam.