Hasil Jualan Jadi Abu, Suyono Kehilangan Rumah hingga Gerobak Nasi Goreng akibat Kebakaran Kemayoran
Irwan Wahyu Kintoko June 02, 2026 11:33 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sehari setelah kebakaran melanda permukiman padat di Kemayoran Gempol, belakang Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, kesedihan masih menyelimuti wajah Suyono (54).

Pedagang nasi goreng asal Solo, Jawa Tengah, itu hanya berdiri memandangi bekas rumahnya yang tinggal puing dan abu.

Kebakaran yang terjadi pada Senin (1/6/2026) malam tidak hanya menghanguskan tempat tinggalnya, tetapi juga sumber mata pencahariannya.

Saat kejadian, Suyono sedang berjualan dan baru saja melayani pembeli.

Baca juga: Warga Cari Sisa Harta di Puing Kebakaran Kawasan Pasar Jiung, Harapan Belum Padam

Lokasi gerobaknya berada sekitar 100 meter dari rumah yang ditempatinya.

Ketika akan istirahat, ia melihat kobaran api membesar dari salah satu rumah warga, dan dalam hitungan menit, api merambat ke permukiman hingga mendekati rumahnya.

"Saya sedang melayani pembeli, api sudah besar," kata Suyono ditemui Wartakotalive.com, Selasa (2/6/2026).

Bersama warga, Suyono berupaya memadamkan api menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR).

Baca juga: Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran, 3 Korban Dirawat dan 250 Bangunan Terdampak

Namun, besarnya kobaran api membuat usaha mereka sia-sia.

Saat itu yang terpikir oleh Suyono hanya menyelamatkan diri, karena istri dan anaknya sedang berada di kampung halaman.

Namun seluruh barang berharga yang dimilikinya tidak berhasil diselamatkan.

Perabot rumah tangga, kompor, kulkas, hingga gerobak nasi goreng yang menjadi sumber nafkah sehari-hari ludes terbakar.

Baca juga: Ledakan Gas Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Hebat di Kebon Kosong Kemayoran

Uang tunai Rp 300.000 hasil jualan nasi goreng sejak selepas Magrib juga ikut hangus bersama rumahnya.

Bagi Suyono, uang tersebut merupakan hasil kerja keras yang seharusnya menjadi bekal untuk kebutuhan keluarga.

Pria berusia 54 tahun itu mengaku tidak memiliki apa-apa selain pakaian yang dikenakannya.

Dengan mata sembab dan tubuh yang tampak lelah karena hanya sempat tidur beberapa menit setelah kejadian, ia masih berusaha menerima kenyataan pahit yang menimpanya.

Baca juga: Kebakaran Hebat Kemayoran: 6 Warga Sesak Nafas Dilarikan ke RS, 500 KK Terdampak

"Uang hasil jualan habis, gerobak juga tidak ada lagi, semua terbakar," katanya pelan.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Suyono berharap bantuan darurat segera datang untuk korban kebakaran, terutama kebutuhan makanan, pakaian dan perlengkapan sehari-hari.

Bagi Suyono, kebakaran semalam bukan sekadar menghanguskan bangunan.

Peristiwa itu turut melalap tabungan harian, tempat berteduh, sekaligus alat yang selama ini digunakannya untuk mencari nafkah.

Kini ia harus memulai kembali hidupnya dari titik nol. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.