Satgas Haji Tangani 29 Laporan Polisi, Jadi Catatan Evaluasi Haji 2026
Dian Anditya Mutiara June 02, 2026 11:33 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menjelang berakhirnya penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Satgas Haji Indonesia memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi guna meningkatkan perlindungan, pelayanan, dan pengamanan bagi jemaah Indonesia.

Upaya itu dibahas dalam pertemuan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dengan perwakilan Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (1/6/2026). 

Pertemuan dihadiri Kepala Biro Kerja Sama Internasional PSS Arab Saudi Brigjen Muhammad Al Qohtoni beserta jajaran dan delegasi Polri terdiri dari Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko, Atase Polri pada KBRI Riyadh Kombes Bambang Yudhantara dan personel pendukung lainnya.

Dalam pertemuan itu, Wakapolri sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas dukungan, pelayanan, dan pengamanan selama penyelenggaraan haji sehingga jemaah Indonesia dapat beribadah dengan aman dan tertib.

Baca juga: Satgas Haji Dibentuk, Polri Siap Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

"Apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan jajaran PSS atas dukungan, pelayanan, serta pengamanan yang diberikan selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini sehingga jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan khusyuk," tutur Dedi, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).

Kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama melalui peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung tata kelola dan pengamanan ibadah haji.

Selain membahas evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini, pertemuan juga menjadi momentum berbagi pengalaman terkait pengelolaan keamanan dan pelayanan jutaan jemaah dari berbagai negara.

"Penguatan kerja sama tersebut diarahkan pada peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung tata kelola dan pengamanan penyelenggaraan ibadah haji," kata dia.

"Langkah ini diharapkan semakin memperkuat perlindungan jemaah Indonesia mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke Tanah Air," sambungnya.

Sementara itu, Brigjen Muhammad Al Qohtoni menyebut Indonesia sebagai mitra strategis yang berkontribusi besar dalam penyelenggaraan haji dan menunjukkan kerja sama yang baik dalam mendukung pelayanan jemaah.

"Indonesia merupakan mitra strategis yang memiliki kontribusi besar dalam penyelenggaraan ibadah haji dan menjadi salah satu negara yang menunjukkan kerja sama yang sangat baik dalam mendukung kelancaran pelayanan jemaah," tutur dia.

"Pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik berkat optimalisasi personel, penguatan koordinasi, serta pemanfaatan teknologi dalam sistem pengamanan dan pelayanan jemaah," lanjut Dedi.

Korban Penipuan Capai 550 Orang

Di sisi lain, Satgas Haji terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran penyelenggaraan haji. 

Berdasarkan data hingga 29 Mei 2026, Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah menangani 29 laporan polisi dan 30 laporan informasi dengan 26 tersangka. 

Jumlah korban tercatat mencapai 550 orang dengan total kerugian mencapai Rp21,7 miliar.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia pada masa mendatang.

Baca juga: Batal Berangkat Haji, Purbaya Gunakan Tabungan untuk Kurban di hari Idul Adha 

“Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memberikan banyak pembelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui evaluasi yang komprehensif dan penguatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang,” kata Kadiv Humas Polri.

Menurutnya, penguatan koordinasi, pemanfaatan teknologi, edukasi masyarakat, serta sinergi antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi kunci untuk memastikan jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan.

“Penguatan koordinasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan literasi masyarakat, serta sinergi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, dan otoritas Kerajaan Arab Saudi menjadi kunci untuk memastikan jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan,” tegasnya. (M31)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.