MHD Fadhil Arief: Banyak Bahasa Daerah Hilang karena Tak Lagi Digunakan di Rumah
Heri Prihartono June 02, 2026 12:11 PM

MUARA BULIAN, TRIBUNJAMBI.COM – Bupati Batang Hari, MHD Fadhil Arief, menyoroti mulai hilangnya sejumlah bahasa daerah akibat semakin berkurangnya penggunaannya di lingkungan keluarga.

Hal itu disampaikannya usai menerima penghargaan pada puncak Festival Tunas Ibu Nasional 2026, Selasa (2/6/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dukungan dan kontribusi Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam pelaksanaan program pelestarian bahasa daerah.

Menurut Fadhil, pelestarian bahasa daerah sangat penting karena Indonesia lahir dari keberagaman suku, ras, budaya, dan bahasa yang tersebar di berbagai daerah.

"Ini sangat relevan karena Indonesia memang lahir dari berbagai suku, ras, dan bahasa daerah. Bahasa daerah merupakan pondasi. Semangat mencintai daerah akan menumbuhkan semangat nasionalisme di negeri ini," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak bertentangan dengan upaya masyarakat mempelajari bahasa asing. Menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan agar generasi muda tetap memiliki identitas budaya sekaligus mampu bersaing di tingkat global.

"Hal ini tidak memengaruhi kemauan kita untuk mempelajari bahasa asing. Kita harus melestarikan budaya daerah, mengutamakan bahasa Indonesia, dan menguasai bahasa asing agar mampu bersaing di dunia," jelasnya.

Fadhil juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Batang Hari telah memasukkan muatan lokal bahasa daerah ke dalam kurikulum pendidikan. Upaya tersebut diperkuat melalui peraturan kepala daerah guna menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

"Muatan lokal bahasa daerah sudah dimasukkan ke dalam kurikulum. Selain itu, terdapat peraturan kepala daerah yang mengatur penerapannya di setiap daerah," tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui pelestarian bahasa daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Banyak bahasa daerah mulai ditinggalkan karena tidak lagi digunakan dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan keluarga.

Karena itu, Fadhil mengajak para orang tua untuk kembali membiasakan penggunaan bahasa daerah di rumah agar warisan budaya tersebut tetap terjaga dan tidak hilang di masa mendatang.

"Khususnya para orang tua, mari membiasakan kembali penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga agar warisan budaya ini tetap terjaga dan tidak hilang pada masa mendatang," pungkasnya.

Baca juga: Tawon Vespa Serang Warga Perumahan Bulian Baru 2, Damkarmat Batang Hari Evakuasi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.