TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,9 mengguncang wilayah barat laut Maluku Tenggara Barat, Selasa (2/6/2026) siang.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11.54 WIB.
Lokasi gempa berada di koordinat 6,46 Lintang Selatan dan 130,10 Bujur Timur atau sekitar 214 kilometer barat laut Maluku Tenggara Barat.
Pusat gempa berada pada kedalaman 202 kilometer.
BMKG menyebut informasi awal ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring kelengkapan data yang masuk.
Baca juga: Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru 2 Juni 2026, Pertamax Turbo Naik hingga Dexlite Turun
Wilayah Maluku dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas seismik tertinggi di Indonesia.
Kondisi ini disebabkan oleh pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif, yakni Lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, dan sejumlah mikro-lempeng di kawasan timur Indonesia.
Interaksi antarlempeng tersebut membentuk zona subduksi, sesar aktif, dan sumber gempa lainnya yang membuat wilayah Maluku kerap mengalami aktivitas kegempaan.
Gempa magnitudo 3,9 tergolong gempa ringan hingga sedang.
Namun, karena pusat gempa berada pada kedalaman 202 kilometer, gempa ini termasuk kategori gempa dalam.
Secara umum, gempa dalam memiliki potensi dampak yang lebih kecil di permukaan dibanding gempa dangkal dengan magnitudo yang sama.
Energi gempa akan mengalami pelemahan sebelum mencapai permukaan bumi sehingga risiko kerusakan cenderung lebih rendah.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Warga diminta memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal BMKG, baik website maupun media sosial.
Selain itu, masyarakat perlu memahami langkah mitigasi gempa bumi, seperti mengenali jalur evakuasi, menghindari bangunan yang berpotensi roboh, melindungi kepala saat terjadi guncangan, dan segera menuju area aman apabila merasakan gempa kuat.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Informasi terbaru terkait aktivitas gempa bumi dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG.
(*)