TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Sebuah pabrik tahu milik warga di Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, dilaporkan terbakar pada Selasa (2/6/2026) dini hari.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp90 juta.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, dalam laporan resminya mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 Wita di sebuah bangunan tempat produksi tahu milik Ndit Haryono (42), warga RT 011/RW 005 Desa Kananga.
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, kebakaran diduga bermula dari api tungku masak yang digunakan dalam proses produksi tahu. Api kemudian menjalar ke tumpukan kayu kering yang berada di sekitar lokasi dan digunakan sebagai bahan bakar utama.
“Kebakaran tersebut diduga akibat api dari tungku masak tiba-tiba menjalar ke tempat penyimpanan kayu kering (bahan bakar utama) yang lokasinya sangat berdekatan," ujar Sadimin.
Akibat kejadian tersebut, satu unit bangunan pabrik tahu ludes terbakar. Pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp90 juta.
Baca juga: Suasana Haru Warnai Kunjungan Wagub NTB di Rumah Korban Kebakaran Desa Lido
BPBD NTB bersama BPBD Kabupaten Bima segera melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk penanganan pascakebakaran. Selain itu, pemerintah juga melakukan pendataan dampak kejadian.
Proses pemadaman melibatkan personel BPBD Kabupaten Bima, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bima, TNI, Polri, aparat desa, aparat kecamatan, serta masyarakat setempat.
Saat ini api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi kejadian dilaporkan kondusif. Meski demikian, korban masih membutuhkan bantuan tanggap darurat untuk meringankan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.
Sadimin mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh aktivitas rumah tangga maupun usaha yang menggunakan sumber api.
"Masyarakat diharapkan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan kompor atau sumber api tanpa pengawasan, serta menghindari pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas pemadam kebakaran, BPBD, aparat desa, atau pihak keamanan setempat apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
(*)