Misteri Sate Kiriman Ojol di Boyolali, Menantu Mengaku Hanya Beri Jampi-jampi ke Mertua
ahmadshalsamalkhaponda June 02, 2026 12:42 PM

– Jajaran Polres Boyolali bersama Biddokkes Polda Jawa Tengah melakukan pembongkaran makam seorang warga bernama Aminah (57) di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (30/5/2026).

Tindakan penggalian kembali makam atau ekshumasi ini dilakukan untuk kepentingan autopsi ulang jenazah, setelah pihak keluarga mencurigai adanya indikasi kematian yang tidak wajar pada korban.

Kakak korban, Widodo (61), menyampaikan bahwa kecurigaan pihak keluarga bermula dari peristiwa pada Senin (18/5/2026), saat menantu Aminah yang berinisial P memesan sate ayam melalui aplikasi ojek online menggunakan akun milik orang lain.

Saat melakukan pemesanan, pelaku P meminta kepada pengemudi ojol agar merahasiakan identitas dirinya sebagai pengirim makanan kepada mertuanya tersebut.

"Si P itu pinjam akun untuk memesan Gojek, tukang ojek. Si P itu bilang terhadap tukang ojek itu 'tolong mas ini antar ke ibu Aminah, tapi jangan bilang kalau dari saya. Saya anaknya'. Tukang ojek itu terus berangkat," ungkap Widodo dikutip dari program Saksi Kata di YouTube Tribunnews, Senin (1/6/2026).

Ketika sate tersebut tiba, driver ojol sempat berdalih kepada Aminah bahwa kiriman itu berasal dari seorang kerabat perempuan di Solo, Jawa Tengah, padahal pihak keluarga korban sama sekali tidak memiliki saudara yang tinggal di sana.

Mendapati kiriman misterius, Aminah sempat menghubungi anaknya, Luri, yang kemudian langsung melarang sang ibu untuk mengonsumsi sate ayam tersebut.

Tidak berselang lama, pelaku P mendatangi rumah korban dengan membawakan roti bakar, di mana pada momen itulah keluarga menduga Aminah sudah terlanjur memakan sate yang dikirim sebelumnya hingga berujung pada kematian korban.

Pasca-kejadian, aparat Polsek Ngemplak langsung bergerak mendatangi kediaman P untuk melakukan pemeriksaan intensif.

Kepada pihak kepolisian, pelaku P mengakui bahwa dirinya yang membelikan sate tersebut, namun ia membantah keras telah membubuhkan zat beracun ke dalam makanan mertuanya.

P berdalih hanya memasukkan jampi-jampi atau mantra khusus pada sate tersebut dengan tujuan agar sang mertua menjadi royal dan lebih mudah saat dimintai sejumlah uang.

"Di sana, (P mengaku) 'ora tak kei racun (nggak saya kasih racun) tapi tak kei jampi-jampi supoyo mbokku kui tak jaluki duit ben gampang (saya kasih mantra agar mertua saya kalau dimintai uang mudah memberi)," jelas Widodo menirukan pengakuan pelaku.

Berangkat dari pengakuan janggal sang menantu, anak korban akhirnya memutuskan untuk menyewa jasa pengacara dan menuntut dilakukannya ekshumasi, sementara kasus kematian Aminah kini masih diselidiki mendalam oleh kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.