Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin angkat bicara terkait ramainya dugaan riset kedokteran palsu yang melibatkan sejumlah warga Indonesia dan menjadi sorotan pasca 'mengelabui' panitia di forum ilmiah internasional.
Meski mengaku persoalan tersebut bukan berada dalam ranah tugasnya secara langsung, Menkes mengaku prihatin.
"Bukan bidangnya saya, tetapi terus terang sebagai orang Indonesia saya sedih sekali yang kayak gitu," kata Budi saat ditemui wartawan Selasa (2/6/2026).
Menurut Menkes, integritas harus menjadi prinsip utama dalam dunia ilmiah dan penelitian. Karena itu, setiap karya ilmiah yang dipublikasikan maupun dipresentasikan harus disusun berdasarkan data dan fakta yang benar.
"Kalau menulis, ya harus menulis yang benar," tegasnya.
Sebelumnya, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia juga menyampaikan keprihatinan atas dugaan pelanggaran integritas akademik dan riset.
MGBKI menegaskan fabrikasi data, falsifikasi hasil penelitian, plagiarisme, pemalsuan identitas, pencatutan afiliasi, manipulasi kepengarangan, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan karya ilmiah fiktif merupakan pelanggaran serius terhadap martabat ilmu pengetahuan.
Pihaknya juga mendorong audit ilmiah dan etik yang dilakukan secara adil, transparan, independen, proporsional, serta berbasis bukti. Jika pelanggaran terbukti, MGBKI menilai perlu ada langkah tegas, mulai dari pencabutan karya ilmiah, pembatalan penghargaan atau grant, hingga sanksi akademik dan etik sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini juga memicu diskusi luas mengenai pentingnya penguatan pengawasan riset, verifikasi data penelitian, serta penggunaan teknologi AI secara bertanggung jawab dalam dunia akademik.





