TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan Pemkab Malinau berlangsung dengan nuansa keberagaman identitas budaya dan etnik di Halaman Kantor Bupati Malinau, Selasa (2/6/2026).
Para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan jajaran pejabat Pemkab Malinau yang hadir di upacara Hari Lahir Pancasila mengenakan pakaian adat dari berbagai etnis yang ada di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara.
ASN ini mengenakan pakaian adat dari 11 adat besar di Kabupaten Malinau. Mulai dari Tidung, Kenyah Lundayeh, Bulungan, Kayan, Punan, Bulusu, Tahol, Sa’ban, Tingalan hingga Abai. Termasuk beragam etnik di Malinau ikut meramaikan upacara tersebut.
Penggunaan busana tradisional ini menjadi simbol nyata keberagaman masyarakat di wilayah perbatasan yang tetap bersatu dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Bupati Nunukan Irwan Sabri Peringatkan Ancaman Radikalisme dan Hoaks
Wakil Bupati Malinau, Jakaria yang memimpin upacara juga tampak mengenakan pakaian adat khas Suku Tidung. Dia menjelaskan suasana tersebut mencerminkan bagaimana beragamnya masyarakat Malinau.
"Kita yang berada di wilayah perbatasan harus menjadi contoh terbaik dalam berbangsa dan bernegara. Apa yang kita lakukan di sini mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia di mata dunia," ujar Jakaria, Selasa (2/6/2026).
Keberagaman etnis yang tercermin melalui ragam pakaian adat tersebut dinilai sebagai kekuatan dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Jakaria juga mengingatkan masyarakat Malinau memiliki hubungan sosial yang erat dengan masyarakat di negara tetangga, Sarawak, Malaysia.
Oleh karena itu, semangat Pancasila dinilai krusial untuk terus dirawat guna menjaga perdamaian, persatuan, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah.
"Momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan, baik dalam urusan pemerintahan maupun dalam kehidupan bermasyarakat," ucap Jakaria.
(*)
Penulis : Mohammad Supri