Kisah Nabila di Bandung yang Lawan Penyakit Lupus, Cita-Cita Sederhana: Sembuh & Ketemu Dedi Mulyadi
Eri Ariyanto June 02, 2026 02:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di balik ruang perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, seorang anak perempuan bernama Nabila (12) tengah menjalani hari-hari berat yang jauh dari kata biasa.

Sejak lebih dari satu setengah bulan terakhir, ia harus berjuang melawan penyakit autoimun lupus yang perlahan melemahkan kondisi tubuhnya.

Tubuh kecil yang seharusnya aktif bermain dan belajar, kini lebih sering terbaring dengan selang medis yang terus menemaninya.

Meski begitu, Nabila tetap menunjukkan ketegaran yang membuat orang di sekitarnya terdiam haru.

Dengan suara lirih dan mata yang berkaca-kaca, ia masih mampu menyampaikan satu permintaan sederhana: “Doakan Nabila agar cepat sembuh.”

Baca juga: Sosok Tsaqib, Musisi Bandung Kini Jadi Suami Adhisty Zara, Kabar Kehamilan Sang Artis Bikin Heboh

Di tengah rasa sakit yang ia tanggung, tersimpan harapan kecil yang menjadi penyemangatnya setiap hari.

Nabila mengaku ingin kembali pulih dan menjalani hidup seperti anak-anak seusianya di luar sana.

Ia juga menyimpan kekaguman khusus kepada sosok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menjadi salah satu harapan untuk bisa ia temui suatu saat nanti.

Kisah perjuangan ini tidak hanya tentang sakit yang ia hadapi, tetapi juga tentang keteguhan hati seorang anak dalam bertahan.

Di tengah keterbatasan, doa dan dukungan menjadi cahaya yang terus ia nantikan untuk melanjutkan perjuangan menuju kesembuhan.

PENYAKIT LUPUS - Kisah Nabila di Bandung lawan lupus, harapan sederhana: sembuh dan bertemu idolanya. di RSHS Bandung (Instagram/@bewara_pangalengan)

Seperti diketahui, di balik selang yang terpasang dan baring yang tak kunjung usai, Nabila (12 tahun) masih menyimpan kekuatan luar biasa.

Sudah lebih dari satu bulan setengah, ia harus berjuang melawan Autoimun lupus langka yang menggerogoti tubuh kecilnya di RSHS Bandung.

​Nabila adalah putri dari seorang ibu yang berasal dari Cigondewah, Bandung, dan ayah yang berasal dari Kadungora, Garut.

Saat ini, keluarga kecil ini menetap di daerah Kp.bojong salam rt 01 rw 04 desa Karang Tengah kecamatan Kadungora kabupaten Garut.

​Matanya berkaca-kaca, namun suaranya tetap lirih memohon doa, "Doain Nabila ya, semoga cepat sembuh."

Ada satu keinginan sederhana yang kini menjadi pelita di tengah rasa sakitnya: ia sangat ingin bertemu sosok yang ia kagumi, Kang Dedi Mulyadi.

​Mari kita bantu Nabila agar harapannya bisa tersampaikan. Kepada teman-teman di wilayah Bandung, Garut, dan sekitarnya, doa dan dukungan Anda sangat berarti untuk Nabila yang sedang berjuang demi kesembuhannya.

Semoga kebaikan selalu menyertai langkah kita semua. 

(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.