Bukan Cuma Limbah, Aktivitas Buka Tutup Pintu Air Diduga Picu Ribuan Ikan Mati di Karawang
Ravianto June 02, 2026 02:45 PM

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Fenomena ribuan ikan mati mengambang di saluran Irigasi Johar, Kabupaten Karawang, terus menjadi perhatian berbagai pihak.

Sejumlah warga menduga kematian massal ikan tersebut dipicu oleh pencemaran limbah yang masuk ke aliran irigasi.

Namun, Bidang Litbang Forum Komunikasi Daerah Aliran Citarum (Forkadasc+) Willy Firdaus menilai dugaan sementara mengarah pada perubahan kondisi fisik air akibat aktivitas buka tutup pintu air di Bendungan Leuweung Seureuh.

Menurut Willy, perubahan suhu dan tingkat keasaman (pH) air berpotensi terjadi saat pengaturan debit dilakukan.

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kehidupan ikan yang berada di saluran irigasi.

“Pembukaan dan penutupan pintu air memang terjadi pada malam hari. Jika melihat cerita masyarakat, kejadian ikan mati juga terjadi pada malam hari,” kata Willy.

Pejabat Minta Warga Jangan Konsumsi Ikan Mati Mengambang di Karawang, Sampel Lagi Diteliti
Pejabat Minta Warga Jangan Konsumsi Ikan Mati Mengambang di Karawang, Sampel Lagi Diteliti (Tribun Jabar/Cikwan Suwandi)

Ia menjelaskan, perubahan kondisi air juga terlihat dari warna aliran irigasi yang menjadi lebih coklat.

Perubahan warna tersebut diduga dipengaruhi sedimentasi yang ikut terbawa saat debit air berubah.

Willy menambahkan, beberapa jenis ikan seperti baung, tawes, dan nilam dikenal cukup sensitif terhadap perubahan suhu maupun kualitas air secara mendadak.

Meski demikian, ia menegaskan dugaan pencemaran tidak boleh diabaikan dan harus segera ditelusuri oleh instansi terkait.

Menurutnya, jika terdapat indikasi pencemaran, baik dalam skala besar maupun kecil, maka pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta perusahaan penyedia air minum harus bergerak cepat melakukan investigasi.

“Kalau memang ada dugaan pencemaran, DLHK dan PDAM harus bergerak cepat. Mau pencemarannya besar ataupun kecil,” ujarnya.

Willy menilai saluran irigasi memiliki fungsi strategis dan termasuk objek vital yang harus dijaga dari berbagai potensi pencemaran.

Selain menopang sektor pertanian, air dari jaringan irigasi juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat luas.

Ia mengingatkan banyak pelanggan PDAM yang bergantung pada kualitas sumber air baku sehingga setiap indikasi penurunan kualitas air harus ditangani secara serius.

“Saluran irigasi ini objek vital. Harus dilindungi dari pencemaran karena berkaitan dengan banyak pengguna air, termasuk konsumen PDAM,” katanya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian massal ikan di saluran Irigasi Johar masih dalam penyelidikan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pengambilan sampel dan kajian untuk memastikan faktor utama yang memicu peristiwa tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.