TRIBUNLOMBOK.COM — Proses pemulangan jemaah haji ke Indonesia melibatkan operasi logistik penerbangan yang rumit.
Dua hari sebelum pesawat yang membawa pulang jemaah ke Indonesia lepas landas, pemeriksaan ketat sudah dimulai di ruang penimbangan hotel.
Aturan penerbangan internasional menetapkan batas koper bagasi maksimal 32 kilogram dan koper kabin dilarang memuat cairan di atas 100 mililiter.
Tantangan terbesar maskapai datang dari benda-benda cair terlarang terutama air zamzam yang disisipkan secara sengaja.
Baca juga: Pemulangan Jemaah Haji Gelombang Pertama Dimulai Hari Ini
Sistem pengawasan penerbangan haji kini dibuat berlapis.
Seluruh koper yang lolos timbangan hotel tidak langsung menuju lambung pesawat, melainkan dikirim ke gudang transit maskapai untuk dibongkar di bawah pengawasan ketat petugas haji Indonesia.
Konsekuensi bagi jemaah yang melanggar, antara lain:
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal menjelaskan, setiap jemaah akan mendapatkan fasilitas bagasi dan koper kabin.
Khusus untuk air zamzam, petugas tidak akan mengembalikannya kepada pemilik karena harus dimusnahkan sesuai ketentuan otoritas Arab Saudi.
"Setiap jemaah akan mendapatkan air zamzam sebanyak lima liter atau satu galon di debarkasi masing-masing. Jadi tidak perlu membawa sendiri dari Arab Saudi," ujarnya.
(*)