TRIBUNJAMBI.COM, Mendalo,– Universitas Jambi menggelar Pelatihan Bimbingan Teknis dalam rangka Kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Jambi Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 8, Rabu (20/5/26).
Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan Pemira mahasiswa serentak pertama dalam sejarah UNJA, yang melibatkan Panitia Pemilihan Raya (Panra) dan Panitia Pengawas (Panwas) tingkat universitas dan fakultas bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H. Hadir pula tiga anggota KPU Provinsi Jambi: Edison, S.E., M.E. (Divisi Sosialisasi dan SDM), Suparmin, S.H., M.H. (Divisi Hukum dan Pengawasan), dan Yatno, S.Pd.I (Divisi Teknis Penyelenggaraan).
Pemira kali ini merupakan yang pertama digelar serentak di tingkat universitas dan seluruh fakultas, dengan daftar pemilih tetap sementara mencapai sekitar 25.000 mahasiswa.
Pelaksanaan Pemira serentak ini berlandaskan Peraturan Rektor Universitas Jambi Nomor 5 Tahun 2026 tentang Organisasi Kemahasiswaan, yang mengatur tiga organ penyelenggara: Panra sebagai pelaksana, Panwas sebagai pengawas, dan Mahkamah Penyelesaian Sengketa Pemira (MPSP) sebagai lembaga penyelesaian sengketa.
Baca juga: Drama di HUT Kota Jambi, Massa Korban Zona Merah Pertamina Datang Bawa Pocong, Tangis Ibu-Ibu Pecah
Baca juga: Seolah Tak Terima, Seskab Teddy Klarifikasi Kritik soal 53 Kunjungan Presiden Prabowo ke LN
Prof. Fauzi menyebut kehadiran KPU Provinsi sebagai langkah penting untuk memastikan proses berjalan sesuai standar.
“Kita perlu menghadirkan organ penyelenggara aslinya untuk sharing session, pelatihan, mana tahu ada hal-hal yang kita luput,” katanya.
Tahapan penyusunan daftar pemilih tetap saat ini tengah berlangsung. Jadwal pemungutan suara akan diumumkan melalui saluran resmi UNJA, termasuk melalui Instagram @panra.univjambi2026.
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: ISBI Bandung Datangi LPPM UNJA, Belajar Tata Kelola Riset Hingga Rancang KKN Internasional
Baca juga: Rekam Jejak Dino Patti Djalal, Sindir Prabowo Sebagai Presiden Paling Sering ke Luar Negeri