MEDAN – Mantan pelatih kiper Timnas Indonesia, Sahari Gultom, menilai Jerman sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 12 Juni hingga 20 Juli mendatang.
Pelatih kiper asal Sumatera Utara tersebut berpendapat bahwa Jerman memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan tim-tim lain. Menurutnya, kekuatan utama Der Panzer tidak hanya terletak pada kualitas pemain, tetapi juga pada mental juara yang selalu muncul ketika tampil di turnamen besar.
Pria yang dikenal dengan sapaan Ucok itu menjelaskan bahwa Jerman merupakan tim dengan tradisi kuat di ajang Piala Dunia. Pengalaman panjang serta budaya sepak bola yang sudah mengakar membuat mereka hampir selalu menjadi ancaman bagi lawan-lawan, terlepas dari performa sebelum turnamen dimulai.
"Jerman itu tim yang memiliki darah Piala Dunia. Mereka selalu tampil kuat di ajang-ajang besar. Yang paling menonjol adalah mental mereka. Dalam kondisi apa pun, Jerman tetap menunjukkan karakter sebagai tim besar," ujar Sahari Gultom.
Menurutnya, kekuatan Jerman juga diperkuat oleh sistem kompetisi domestik yang sangat baik, sehingga mampu menciptakan regenerasi pemain secara berkelanjutan. Ia menilai pembinaan sepak bola Jerman memiliki fondasi kokoh, mulai dari level usia dini hingga kompetisi profesional.
Sahari juga menyebut Jerman sebagai negara yang tak pernah kehabisan pemain bertalenta. Ia menilai sistem pengembangan pemain yang diterapkan membuat regenerasi berjalan mulus tanpa hambatan berarti.
"Kalau Jerman itu mirip seperti Brasil dalam hal melahirkan pemain berbakat. Talenta mereka tidak pernah habis. Kompetisi di sana sangat kuat dan mampu membentuk kualitas individu pemain dengan baik. Karena itu regenerasi di tim nasional selalu berjalan lancar," katanya.
Meski menjagokan Jerman, Sahari mengakui bahwa persaingan di Piala Dunia 2026 akan berlangsung sangat ketat. Beberapa negara besar seperti Argentina, Prancis, dan Brasil juga memiliki peluang besar untuk menjadi juara dunia.
Ia menilai tim-tim tersebut datang dengan kekuatan skuad yang solid serta ambisi besar untuk meraih trofi juara dunia.
"Masih ada Argentina, Prancis, Brasil, dan tim-tim kuat lainnya. Mereka semua datang dengan target menjadi juara. Jadi, tentu saja mereka akan menjadi pesaing utama Jerman di turnamen nanti," ungkapnya.
Lebih jauh, Sahari berharap Jerman dapat kembali bertemu Argentina di partai final. Ia menilai pertemuan kedua negara tersebut selalu menghadirkan laga menarik dan sarat sejarah di ajang Piala Dunia.
Ia juga mengenang duel klasik antara Jerman dan Argentina di final Piala Dunia 1990 dan 2014 yang menjadi bagian dari rivalitas panjang dalam sejarah sepak bola dunia.
"Kalau harapan saya, finalnya Jerman lawan Argentina. Rivalitas keduanya di Piala Dunia selalu seru. Kita pernah melihat pertemuan mereka di final tahun 1990 dan 2014," ujarnya.
Selain menyoroti kekuatan kolektif tim, Sahari juga menekankan pentingnya peran kiper senior Manuel Neuer yang dinilainya masih menjadi figur vital bagi Jerman. Ia menilai pengalaman panjang yang dimiliki Neuer dapat memberikan dampak besar bagi para pemain muda di skuad.
Menurut Sahari, keberadaan Neuer tidak hanya sebatas penjaga gawang, tetapi juga sebagai pemimpin di lapangan yang mampu menjaga kestabilan permainan tim di bawah tekanan.
Ia menambahkan bahwa posisi kiper sering kali menjadi faktor penentu dalam perjalanan sebuah tim di turnamen besar. Karena itu, kehadiran Neuer diyakini bisa menjadi kekuatan utama Jerman dalam usaha meraih gelar juara dunia untuk kelima kalinya.
"Neuer masih punya peran penting karena pengalamannya luar biasa. Ia pernah menjadi juara dunia dan memiliki kepemimpinan yang sangat kuat. Pengalaman seperti itu sangat dibutuhkan dalam ajang sebesar Piala Dunia," pungkasnya.