Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Yusdar Ohoirat
TUAL, TRIBUNAMBON.COM – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tual masih tergolong tinggi meski menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tual, jumlah pengangguran mengalami fluktuasi sepanjang periode 2020 hingga 2025.
Dalam kurun waktu tersebut, jumlah pengangguran tercatat meningkat dari 2.874 orang menjadi 3.862 orang.
Kepala BPS Kota Tual, Avia Justy Leatemia, menjelaskan bahwa data TPT dihitung berdasarkan penduduk usia kerja 15 tahun ke atas.
Menurutnya, kelompok usia kerja terbagi menjadi dua kategori, yakni angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.
“Penduduk usia kerja 15 tahun ke atas terbagi menjadi angkatan kerja dan bukan angkatan kerja,” ujar Avia saat diwawancarai TribunAmbon.com, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, angkatan kerja terdiri atas penduduk yang bekerja dan pengangguran. Sementara kategori bukan angkatan kerja mencakup mereka yang masih bersekolah, mengurus rumah tangga, pensiunan, maupun penduduk dengan kondisi tertentu yang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi.
Baca juga: Beli Apartemen Tak Cukup Cuma SHMSRS, Cek Juga Hak atas Tanah Dasarnya
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Ambon ke Makassar: 5, 6, 10, 11 Juni 2026, Tarif KM Ciremai Rp 511.500
Adapun pengangguran dalam konsep statistik mencakup mereka yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa pesimis untuk mencari pekerjaan, maupun yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
“Pengangguran bukan hanya orang yang tidak bekerja, tetapi juga mereka yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, atau sudah diterima bekerja namun belum mulai bekerja,” jelasnya.
Data BPS menunjukkan TPT Kota Tual pada 2024 berada di angka 8,68 persen.
Angka tersebut kemudian turun tipis menjadi 8,96 persen pada 2025 setelah sebelumnya sempat mencapai sekitar 9,7 persen pada 2022.
Avia menilai tingkat pengangguran di Kota Tual dalam beberapa tahun terakhir relatif stabil meski masih berada pada level yang cukup tinggi.
“Angka pengangguran di Kota Tual berada di kisaran 8 hingga 9 persen. Sempat meningkat pada 2022, namun dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan tren penurunan,” katanya.
Menurut Avia, penurunan tingkat pengangguran tersebut dipengaruhi oleh berbagai program pemerintah yang membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Ia menyebut sejumlah program yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja telah membantu mengurangi jumlah pengangguran di daerah tersebut.
“Ini dipicu oleh program-program pemerintah yang membuka lapangan kerja, sehingga masyarakat yang sebelumnya menganggur kini sudah memiliki pekerjaan,” pungkasnya. (*)