Diajak Rano Karno Pindah ke Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Bimbang Tinggalkan Tanah Kelahiran
Ferdinand Waskita Suryacahya June 02, 2026 03:53 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Sebanyak lebih dari 300 rumah ludes terbakar saat kebakaran hebat berkobar di permukiman padat penduduk kawasan Kemayoran Gempol, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam.

Berkaca dari kasus kebakaran yanf kembali terjadi di kawasan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menjajaki rencana relokasi warga terdampak ke Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa).

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat meninjau lokasi kebakaran.

Rano mengungkapkan polemik pemukiman yang berada di atas lahan Setneg di kawasan Kebon Kosong ini merupakan sejarah panjang yang harus segera dicarikan solusi permanen.

"Memang ini menjadi sejarah panjang. Ini yang mudah-mudahan akan segera kita selesaikan," ujar Rano saat meninjau lokasi pengungsian, Selasa (2/6/2026).

Dalam kunjungannya, Rano mengaku sempat berdialog langsung dengan sejumlah warga mengenai kemungkinan pindah ke hunian vertikal yang disediakan pemerintah. 

Namun, ia menemui kendala klasik berupa alasan kedekatan emosional warga dengan tanah kelahiran.

"Tadi saya ngomong dengan beberapa warga, 'enggak mau coba di rumah susun?'. Mereka bilang, 'Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini'," kata Rano.

Sebagai putra asli Kemayoran, Rano membalas argumen warga tersebut dengan gurauan sekaligus ajakan untuk berpikir realistis demi keamanan dan kenyamanan hidup.

"Saya bilang, 'Eh saya lahir di Kemayoran, di Kepu, ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran, masa kita mau berjubel-jubel tinggal di sini?'," lanjutnya.

Rano menegaskan rencana pemindahan warga ke rusun bukan berarti pemerintah menganggap hunian saat ini tidak berharga, melainkan demi memberikan standar hidup yang lebih manusiawi dan aman dari risiko bencana kebakaran.

"Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," tegasnya.

Berdasarkan rekapitulasi sementara, kebakaran di lahan Setneg ini berdampak pada 304 rumah.

Di mana total ada 679 jiwa yang kehilangan tempat tinggalnya.

Saat ini, Pemprov DKI telah menyiagakan posko pengungsian lengkap dengan dapur umum, posko kesehatan, hingga dukungan psikologi untuk anak-anak guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. 

Berita Terkait

  • Baca juga: Pria Bawa Karung Dagangan Teriak Evakuasi di Kebakaran Kemayoran, Ternyata Punya Niat Jahat

  • Baca juga: Update Kebakaran Kemayoran: Kronologi, Data Rumah Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

  • Baca juga: Asap Hitam Membumbung Tinggi saat Kebakaran Besar di Kemayoran Jakpus, Api Masih Berkobar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.