Laporan Wartawan Tribungayo.com Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Upaya warga lewat dana swadaya berhasil membuka akses jalan Nasional Bireuen-Takengon di kawasan Enang-enang Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Kini akses jalur utama lintas yang menghubungkan wilayah pesisir dengan dataran tinggi Gayo itu sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dalam proses pembersihan personel Koramil 04 Pintu Rime ikut berperan, mereka ramai-ramai berjibaku melaksanakan kegiatan gotong-royong dan penataan batu untuk permukaan jalan pada Selasa (2/6/2026).
Komandan Koramil 04 Pintu Rime Gayo Pelda Yulianto menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mempermudah mobilitas warga saat melintasi di jalan Tajuk Enang-enang nantinya.
"Kami berharap dengan aktifnya kembali jalan ini masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan lebih lancar, aman, dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi dan kerja sama antara TNI dan masyarakat," ujar Komandan Koramil.
Dikatakan, selama pelaksanaan, seluruh anggota dan masyarakat bekerja dengan semangat dan penuh kekompakan.
Mereka melakukan berbagai tugas mulai dari pengumpulan dan pengangkutan bahan batu, penataan, hingga perataan permukaan jalan.
"Berkat kerja sama yang baik, harapannya jalan ini dapat mendongkrat pertumbuhan ekonomi," katanya.
Namun, di balik suksesnya pembukaan akses jalan lintas tersebut, terselip kisah haru sekaligus inspiratif.
Seorang warga bahkan rela menjual kebun miliknya demi mendanai pembukaan jalan tersebut.
Sosok itu adalah Sahrial Abadi, seorang tokoh masyarakat yang juga mantan Mukim di Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Saat diwawancarai, Sahrial mengaku sempat menjual kebun untuk menutupi biaya pembersihan jalan, serta menambah kekurangan dari dana sumbangan masyarakat.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sejumlah elemen dilaporkan ikut membantu, mulai dari aparatur kecamatan hingga personel Koramil dan Polsek setempat.
"Waktu itu kami kekurangan dana. Jadi, saya jual sedikit kebun demi biaya membuka jalan. Alhamdulillah, setelah itu dana sumbangan dari pihak lain juga terus mengalir hingga akses jalan nasional ini berhasil kami tembus," ujar Sahrial.
Menurut Sahrial, selama hampir tujuh bulan pasca-bencana melanda, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif.
Namun, kondisi jalur alternatif tersebut sangat tidak memadai, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Di sisi lain, jalur utama yang merupakan ruas jalan lintas provinsi tepatnya di kawasan Tajuk Enang-Enang belum mendapatkan penanganan memadai dari pihak terkait selama lebih dari setengah tahun.
Aksi gotong royong ini setidaknya telah berlangsung beberapa hari, dengan mengandalkan peralatan seadanya, satu unit alat berat, serta dana swadaya, warga bahu-membahu membuka akses jalan yang selama ini terisolasi.
Keberhasilan aksi ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari aparatur kecamatan hingga personel Koramil dan Polsek setempat.
Meski sebagian badan jalan kini sudah berhasil dibersihkan, warga mengingatkan bahwa kondisi jembatan dan beberapa titik ruas jalan masih rusak berat dan membahayakan pengendara.
"Kami hanya berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan dan jembatan secara permanen," pungkasnya.(*)
Baca juga: Daftar Nama 6 Jamaah Haji Aceh yang Meninggal Dunia di Tanah Suci