TRIBUNGORONTALO.COM -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dijalankan di Indonesia berpeluang merambah luar negeri.
Arab Saudi menjadi negara pertama yang tengah dipertimbangkan sebagai lokasi pengembangan program tersebut, khususnya bagi anak-anak Indonesia yang menempuh pendidikan di Jeddah.
Peluang itu mengemuka setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah pada Minggu (31/5/2026).
Dari kunjungan tersebut, BGN mulai mempelajari kemungkinan menghadirkan layanan pemenuhan gizi bagi siswa Indonesia yang tinggal di Arab Saudi.
Baca juga: PLN Bangun Jalan Tani di Pohuwato Gorontalo, Pangkas Biaya, Senyum Petani Merebak
Menurut Dadan, implementasi program tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan memerlukan persetujuan Presiden Prabowo Subianto sebelum dapat direalisasikan.
"Jika disetujui oleh presiden, ini akan menjadi percontohan pertama di luar negeri," ujar Dadan saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (31/5/2026) malam.
Dadan berada di Arab Saudi dalam kapasitas sebagai jemaah haji reguler pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026.
Ia menjelaskan bahwa ide menghadirkan MBG di Arab Saudi berawal dari aspirasi yang disampaikan para siswa Sekolah Indonesia Jeddah.
Mereka mengaku mengikuti perkembangan berbagai program pemerintah di Indonesia, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang saat ini berjalan di berbagai daerah.
Menurut Dadan, banyak siswa berharap dapat memperoleh manfaat yang sama seperti pelajar di Tanah Air.
"Mereka mengetahui program MBG yang sedang berjalan di Indonesia dan berharap dapat merasakan program yang sama," katanya.
Dari hasil dialog dan peninjauan di lapangan, BGN melihat peluang cukup besar untuk mengembangkan program tersebut.
Saat ini, Sekolah Indonesia Jeddah memiliki sekitar 1.080 siswa yang mayoritas berasal dari keluarga pekerja migran Indonesia (PMI).
Selain itu, terdapat pula Sekolah Indonesia Makkah yang menampung sekitar 400 siswa.
Baca juga: Update Kasus Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Desa Pone, Polisi Gorontalo Tunggu Hasil Visum
Dadan menilai sambutan terhadap program tersebut cukup positif. Bahkan saat kunjungannya berlangsung pada masa libur sekolah, ratusan siswa dan puluhan tenaga pendidik tetap datang untuk menyambut kedatangannya.
Meski demikian, BGN belum mengambil keputusan akhir terkait pelaksanaan MBG di Arab Saudi. Hasil kunjungan dan kajian lapangan akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo sebagai bahan pertimbangan.
Dadan mengatakan salah satu skema yang sedang dipelajari adalah pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Sekolah Indonesia Jeddah.
"Kami melakukan peninjauan terlebih dahulu dan hasilnya akan kami laporkan kepada Presiden untuk melihat kemungkinan pembentukan SPPG di Sekolah Indonesia Jeddah," ujarnya.
Apabila rencana tersebut memperoleh lampu hijau dari Presiden, Sekolah Indonesia Jeddah berpotensi menjadi sekolah Indonesia pertama di luar negeri yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Dadan, secara konsep pelaksanaan MBG di luar negeri tidak jauh berbeda dengan mekanisme yang diterapkan di Indonesia.
Namun karena program akan dijalankan di wilayah negara lain, diperlukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Koordinasi tersebut antara lain melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Selain itu, pola kemitraan dalam operasional SPPG nantinya juga akan mengacu pada model yang saat ini diterapkan di Indonesia.
Untuk urusan menu makanan, BGN berencana menyesuaikannya dengan kondisi setempat.
Ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan menu.
Tidak menutup kemungkinan makanan yang disajikan merupakan kombinasi antara menu khas Indonesia dan hidangan lokal Timur Tengah.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi sekaligus sesuai dengan kebiasaan konsumsi mereka.
"Disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal," ujar Dadan.
(*)